“I Miss You” (part 1)

30 Okt

cover-62

Lee’s

Cast : Song Eun Ki | Lee Donghae | Yoon Doo Joon | Another cast.

Genre : G, Sad Romance

Length : Chapter

Disclaimer : Fanfict just my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING

Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

Happy reading —>

Hujan baru saja berhenti, sisa-sisa genangan air terlihat dipinggiran jalan. Eun Ki menadahkan tangan kanannya, memastikan hujan telah berhenti. Sudah tiga hari ini tanpa henti hujan deras mengguyur kota Seoul.

“Cha, hujan sudah reda.” Gumam gadis itu.
Gadis penyuka coklat itu melanjutkan langkahnya menuju sebuah toko bunga yang tak jauh dari tempatnya berteduh.

“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu nona ?” Ucap seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat cantik dari dilihat umurnya saat ini.
Eun Ki tersenyum manis, “Saya beli bunga lily 3 tangkai ini ahjumma,”

“Nde. Tunggu sebentar,”

“Nde.”

Tak butuh waktu lama wanita paruh baya itu keluar dengan rangkaian bunga lily yang sangat cantik ditangannya, “Ini bunganya nona,”

“Nde. Khamsahamnida, ahjumma.” Eun Ki mengambil bunga itu lalu membayarnya kemudian meninggalkan tempat itu.

##*##

“Oppa aku datang.” Ucap Eun Ki seraya menaruh bunga diatas gundukkan tanah basah yang baru saja diguyur hujan. Gadis itu terdiam sejenak menundukkan kepala. Melafalkan beberapa kata, tepatnya gadis itu sedang berdoa.

“Maaf datang terlambat, oppa.”
Suasana hening. Tidak ada satupun orang disana, hanya deruan angin bertiup sangat dingin. Gemercikan air yang turun dari dahan pohon pun sangat jelas terdengar dengan keheningan suasana saat ini.
Kebulan asap keluar saat Eun Ki menghembuskan nafas berat saat ini, ia tetap diam sampai beberapa menit berlalu.

Perasaan Eun Ki tak menentu saat ini. Kesal, sedih, kecewa bercampur jadi satu. Ia tak menyangka kejadian itu sangat cepat berlalu, 1 tahun sudah ia ditinggal pergi untuk selamanya seorang pria yang sangat dicintainya.
Namun, baru pertama kalinya ini ia datang ditempat peristirahatan terakhir kekasihnya itu.

Eun Ki sangat menyesal. Kenapa saat itu ia egois meninggalkannya dalam kondisi yang sangat buruk. Ia tak menyangka tepat saat 3 bulan ia pergi, pria itu juga pergi. Pergi dengan benar-benar pergi untuk selamanya.

“Maaf. Aku benar-benar minta maaf, op..oppa.” gumamnya tercekat. Eun Ki menahan tangisnya namun tak bisa ia tahan sampai beberapa bulir air keluar dari mata sipitnya.
Seiring tangisnya pecah, saat itu pula hujan kembali turun dengan derasnya. Deras, deras sekali sampai tak bisa membedakan air mata dengan air hujan lagi.

5 menit berlalu dan hujan masih deras, Eun Ki masih tertunduk lemas disamping batu nisan kekasihnya itu, sampai saat sepasang tangan mendekapnya dari belakang.

“Berhentilah menangis.” Ucap seorang pria pemilik sepasang tangan tadi dan Eun Ki pun tak menghiraukannya.

##*##

Suara alunan musik klasik terdengar diseluruh sudut ruangan kamar seorang gadis yang kini mulai menggeliatkan tubuhnya diatas tempat tidur. Mata sipitnya mulai terusik dengan sinar matahari yang mulai meninggi dan masuk melalui celah jendela kamar itu.

“Eugh,” Eun Ki membuka mata perlahan dan mulai bangun dari tidurnya. Beberapa kali mengerjapkan mata dan tampak seorang pria masuk dengan nampan yang diatasnya berisi segelas susu coklat dan sepotong kue manis berjalan mendekati Eun Ki dengan senyum manisnya.

“Kau sudah bangun, Eun Ki-ya,” ucapnya seraya menaruh nampan dimeja samping tempat tidur kemudian duduk dipinggir tempat tidur.

“Nde,” balas Eun Ki. Pria itu kembali menampilkan senyum manisnya, “Doo Joon-ah,”

“Ada apa Eun Ki-ya ?”

“Terimakasih,”

“Buat ?” Pria yang diketahui bernama Doo Joon itu pun mengerutkan dahinya bingung. Eun Ki hanya tersenyum manis lalu memeluknya dan semakin membuatnya tambah bingung.

“Terimakasih buat semuanya. Mungkin kalau kau tidak ada-” kata-kata Eun Ki terhenti saat Doo Joon melepaskan pelukannya dan kemudian menatapnya lekat.

“Aku tahu itu. Berhentilah mengucapkan kata-kata yang tidak penting itu dan mulai sekarang berhentilah menangis lagi. Aku tidak mau melihat dan mendengarnya lagi. Arra ?” Eun Ki mengangguk dan kembali menghambur kepelukan Doo Joon. Pria berparas tampan dan tegas itu pun membalas pelukkan Eun Ki. Ia berulangkali mengucapkan syukur dalam hatinya. Gadis yang selama ini diam-diam dicintainya itu kembali tersenyum dan mulai bangkit dari keterpurukkannya.

“Aku berjanji padamu hyung akan selalu membuatnya tersenyum seperti dulu lagi. Aku berjanji itu. Semoga kau tenang disana hyung.” Ucapnya dalam hati.

##*##

“Eun Ki-ya aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mohon.”

Derasnya hujan saat ini tak sedikitpun membuat seorang pria beranjak dari tempatnya berdiri sekarang. Badannya yang terlihat sangat kurus dan basah kuyup membuatnya terlihat sangat memperhatinkan.

“Aku minta maaf Eun Ki-ya. Aku mohon,”

Disebelah sudut terlihat seorang gadis berdiri mematung didekat jendela kamarnya, ia menahan dengan sepenuh tenaga agar tangisnya tak pecah keluar dan pergi menghampiri pria diluar sana yang rela tubuhnya yang rapuh dibiarkan basah kuyup diguyur hujan.

Terhitung 1 jam berlalu.

“Aku tahu ini salahku tidak memberitahumu sejak awal, tapi aku benar-benar tidak bermaksud berbohong padamu-“

Deg *

Eun Ki terbangun dari tidur siangnya. Ia lantas beberapa kali mengerjapkan mata setelah silauan sinar matahari menusuk masuk. Kini ia mulai mengangkat kepalanya lalu meraih ponsel hitam disampingnya.

“Jam 3,” desahnya seraya merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku. Ya, ia sudah 1 jam lamanya tidur dengan posisi duduk dan menompangkan kepalanya diatas tangan yang dilipat diatas meja. Mata gadis itu sedikit memerah dan beberapa genangan air mata sedikit menumpuk dan siap keluar kalau saja gadis itu tidak memalingkan pandangannya keatas.

Mimpi yang sempat membuatnya teringat peristiwa yang sangat ingin ia lupakan se umur hidup.

“Kau sudah bangun?” ucap seorang gadis lain yang kini menghampiri Eun Ki dan kemudian duduk didepannya.

“Ya.” Eun Ki hanya tersenyum kecil.

Suasana perpustakaan tidak terlalu ramai hari ini, mengingat hari ini hari libur mungkin orang-orang memanfaatkannya untuk bersantai dirumah atau berkumpul dengan keluarga.

“Pulanglah. Doo Joon mungkin sedang mencarimu sekarang. Sudah 3 kali ia menghubungiku dengan cemas dan menanyakanmu,” lontaran kalimat dari seorang gadis bernama Hyun Ae yang terdengar sedikit kesal.

“Arraseo, aku akan pulang sekarang. Terima kasih Hyun Ae-ya.” jawab Eun Ki yang kini merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan mengambil tasnya lalu beranjak pergi.

“Ya, hati-hati Eun Ki-ya,” timpal Hyun Ae yang kini berdiri melihat sahabatnya pergi dari tempat itu, “Tubuhnya semakin kurus saja, apa dia tidak pernah makan? ck.” Hyun Ae menggelengkan kepala kemudian pergi untuk bersiap pulang. Sebenarnya perpustakaan tempat ia bekerja saat ini sudah tutup sejak satu jam lalu, namun melihat sahabatnya masih didalam ia mengurungkan niatnya menutup perpustakaan itu dan hal itu sudah biasa dilakukannya sejak 6 bulan belakangan ini.

Shin Hyun Ae terkadang merasa sedih melihat keadaan sahabatnya itu. Sejak kejadian 1 tahun yang lalu saat Eun Ki kehilangan separuh hidupnya membuat sahabatnya itu hidup tanpa arah.

Ya. Walaupun Eun Ki sudah mulai bangkit dan kembali hidup seperti biasa, namun ia tetap khawatir jika suatu saat sahabatnya itu kembali terpuruk dengan melihat keadaan Eun Ki saat ini. Gadis itu terlihat kurus, kadang melamun, kadang terlihat menangis sendiri dan beberapa hari ini ia tak terlihat mengenakan baju yang pas bahkan saat ini jarang melihatnya masuk kerja seperti biasa.

##*##

TBC

haloha semoga suka dengan ceritanya ya, dont forget kritik dan sarannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: