“Just…” (Ficlet)

24 Agu

Lee’s

Cast : Lee Donghae

          Song Eun Ki

 Genre : G.

Length : Ficlet

Disclaimer : Fanfict just my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

:::  Hallo ha, sudah lama enggak post diweb ini, gara-gara kesibukkan diRS. Dannn kali ini sedikit ada waktu luang buat iseng-iseng post. Sebenarnya ini udah saya post di akun FB saya tp yaa gak papa lahh saya re-post diweb ini ^^ Walaupun aneh selamat menikmati saja…

Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD and Maaf jika feel nya kurang di hati

Happy reading —>

Suara musik pop mengalun indah disebuah apartement sedang yang dihuni seorang gadis cantik yang kini sedang sibuk membersihkan seluruh ruang apartement itu. Gadis bernama Song Eun Ki itu terlihat sangat lihai menggerakkan alat penyedot debu, sesekali Eun Ki- panggilan gadis itu- menyeka keringat yang meluncur dari dahinya.

“Cha selesai!” sorak gadis itu mengakhiri kegiatan membersihkan karpet biru tuanya.

 

Ting tong

Suara bel berbunyi dengan segera Eun Ki melihat kearah layar untuk mengetahui siapa yang berada diluar, “Nuguya?” ucapnya melihat seorang pria diluar.

“Ada paket buat anda, nona.” jawab pria itu.

Eun Ki mengerutkan keningnya sejenak, “Paket?”

“Nde,”

Gadis penyuka warna biru itu menyentuh tombol buka pada layar lalu membuka pintu.

“Ada paket bunga untuk nona, ini silahkan diterima dan berikan tanda terima disini.” seorang pria pengantar paket itu menyerahkan sepaket bunga cantik dan selembar kertas pada Eun Ki untuk memberikan tanda terima.

“Nde, ini.

“Gomawo.”

Beberapa saat setelah pria pengantar paket itu pergi, Eun Ki masih terdiam didepan pintu dan memperhatikan bunga ditangannya, “Cantik,” sesaat kemudian gadis itu masuk.

“Ahhh cha, sekarang kita lihat siapa yang mengirim bunga ini.”

Eun Ki menaruh bunga itu diatas meja lalu mengambil sebuah kartu yang terikat ditangkai bunga itu.

To : Song Eun Ki

Saengil chukkae hamida

Saengil chukkae hamida

Saranghaneun uri Eunnie, Saengil chukkae hamida

Saengil chukkae, honey. Wish you all the best and i love you.

Lee Donghae

Love ya

Love ya

Satu paket bunga mawar dengan berbagai warna yang dikirim dari Lee Donghae- kekasihnya-. Mata gadis itu berkaca-kaca, seharusnya ia melewati hari specialnya dengan Donghae disampingnya sekarang. Namun, 2 hari lalu pria itu pergi ke China untuk urusan pekerjaannya yang tidak memungkinkan ditinggal.

Alhasil, inilah Eun Ki sendirian dengan memutuskan untuk membersihkan seluruh apartementnya dihari specialnya.

Dddrrttt

Ponsel putih disakunya bergetar dan segera gadis itu melihat ponselnya.

Nemo’s calling

Eun Ki menggeser tombol hijau lalu mendekatkan ponsel itu ketelinganya, “Yeoboseo,” ucap Eun Ki dengan nada seraknya menahan tangis.

“Yeob__. Honey, wae? Kau menangis?”

Eun Ki berdehem, “Ann_ anniya. Kenapa kau menelpon ku?”

“………..”

“Lee Donghae?”

“Mianhae_”

Eun Ki terdiam. Ia menghela nafasnya panjang lalu melihat bunga didepannya dan tersenyum manis, “Tidak apa-apa, oppa.”

“Kau pasti marah padaku saat ini.”

“Nde.”

“Mianhae,”

“Oppa,”

“Nde,”

“Gomawo. Bunganya sangat cantik.” Eun Ki mencoba mengalihkan arah pembicaraan Donghae saat ini. Ia tahu jika ini terus berlanjut, dipastikan seharian ini matanya akan membengkak.

“Kau menyukainya?” Donghae- yang menelpon- pun sama halnya dengan Eun Ki dan memilih untuk mengikuti arah pembicaraan kekasihnya yang sudah 3 tahun ini bersama.

“Neomu joha-e,”

“Saengil chukkae, honey.”

“Nde, gomawo…”

“Saranghae.”

“Nado saranghae,”

::::::::::::::::::::

3 hari berlalu dan sampai saat itu Eun Ki masih menunggu Donghae kembali dari China.

1 hari pertama gadis itu habiskan dengan mengurung diapartement.
2 hari, ia mulai kembali beraktivitas seperti biasa.
Dan 3 hari ini, Eun Ki seharian tidak keluar dari apartementnya. Kembali.

Eun Ki hanya menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan seperti saat ini. Ia hanya memainkan ponsel putihnya diatas tempat tidur, memainkan beberapa games, mendengarkan musik, dan kadang berselancar disosial medianya.

Apa yang dilakukan gadis itu diluar sifat aslinya yang tidak bisa diam. Apapun akan Eun Ki lakukan agar tubuhnya bergerak.

3 Jam berlalu. Kini Eun Ki selesai membersihkan diri dan sekarang berada didapur.

“Makan apa ya?” gumam gadis itu sambil membuka pintu kulkas.

“Omurise? Kelihatannya enak. Okey, omurise.”

Setelah memutuskan masakan menu sore ini, Eun Ki mulai membuatnya.

Beberapa menit kemudian, suara pintu terbuka dan___

“Honey!” suara khas yang sangat familiar ditelinga Eun Ki membuatnya sontak terkejut.

“Donghae oppa?”

Donghae merentangkan kedua tangannya, siap untuk mendapatkan pelukkan hangat dari kekasihnya itu.

“Bongoshipeo,” Donghae tersenyum manis lalu memeluk gadis itu hangat.

“Nado,”

::::::::

“Kau pulang hari ini?”

Kini Eun Ki dan juga Donghae berada diruang tengah setelah menyelesaikan makan malam mereka.

“Nde. Waegyo?”

“Anniya. Kau bilang 5 hari lagi akan pulang?” Donghae terkekeh kecil lalu memberikan kecupan singkat.

“Oppa, kau membohongi ku?” Donghae tersenyum dan mengangguk.

“Menyebalkan.”

“Mianhae,”

“Arraseo,”

“Tutup matamu, honey.” Eun Ki mengerutkan dahinya.

“Wae?”

“Tutup saja, ppalli.”

“Nde, arra arra.” Eun Ki menutup matanya dengan mencoba menebak-nebak apa yang akan Donghae lakukan.

::::::::::::::::

Cukup sampai disini dulu yaa, lain kali saya tambah lagi

Jangan lupa Kritik dan saran nya yaa, buat kebaikan dan koreksi saya untuk cerita yang lainnya.

Big thanks, big hug *bow*

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: