“Just Love You…” // Chapter Ficlet-drabble

25 Agu

COVER 44

Author : Lee’s

Cast : Kim Min Seok

          Song Eun Ki

          Lu Han

         And Other Cast

 Genre : G, AU!, Sad Romance

Length : Chapter Ficlet-drabble

Disclaimer : Fanfict just my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

:::  Mungkin sedikit aneh tapi Semoga suka ye’ ^_^

                 Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

Maaf jika feel nya kurang di hati , hheee

Happy reading —>

*******

Eun Ki memutuskan untuk berhenti dibawah pohon maple yang mulai menggugurkan daunnya ditaman. Setelah berjalan mengitari taman beberapa jam lalu hingga kini matahari mulai kembali keperaduannya. Gadis itu memandang lurus kedepan, bendungan buatan terlihat mengkilap memantulkan cahaya orange yang berasal dari sinar matahari membuat silauan cahaya yang sangat menarik.

Eun Ki mengangkat sebelah kanan tangannya ke udara, merenggangkan kelima jarinya dan mengarahkan kearah sinar matahari yang membuat sinar keluar dari sela-sela jarinya.

Seulas senyum manis terukir diwajah gadis bermarga Song itu.

*******

Alunan musik klasik dan aroma lily memenuhi setiap sudut ruangan sebuah cake shop bernuansa putih peach diujung jalan kota distrik gangnam. Beragam cake dijual ditoko itu, terlihat beberapa pengunjung datang dan pergi untuk sekedar membeli cake atau duduk santai ditoko itu.

Terlihat seorang gadis berambut panjang duduk disalah satu sudut ruangan dengan ditemani sepiring choco cake dan segelas orange float yang masih utuh belum tersentuh. Gadis itu memandang keluar jendela, memandangi hilir mudik pejalan kaki yang melintas didepan toko.

Saat ini kota Seoul sedang berada dalam musim gugur, banyak dedaunan pohon maple yang jatuh dijalanan dan memenuhi jalan setapak kota. Musim yang selalu membuat warna orange terlihat dimana-mana. Gadis itu menyukainya.

Hembusan nafas terdengar dari mulut gadis bernama Song Eun Ki itu, sedikit ukiran senyum yang sedikit paksaan menghiasi wajah manis Eun Ki- panggilan gadis itu.

“Kau tidak ingin pulang?” sebuah suara khas menelusup lembut keindra pendengarannya dan membuat Eun Ki tersadar dari lamunan.

“Min Seok oppa,” sedikit senyuman manis terlihat dari bibir gadis itu. Namun berbeda dengan seseorang yang kini sudah duduk dihadapan gadis itu. Wajahnya terlihat menunjukkan ketidaksukaan dengan ucapan gadis itu.

“Kau tidak ingin pulang?” ulangnya kembali dan mendapat gelengan kepala dari Eun Ki. Pria itu menghembuskan nafas panjang dan menundukkan kepalanya sejenak.

*******

“Lu Han,” seorang wanita paruh baya berjalan mendekat kearah pria bernama Lu Han itu dan tersenyum.

“Nde, ahjumma,” balas Lu Han ringan. Tangan yang semulanya menggenggam tangan kurus seorang gadis yang kini sudah terlelap dalam tidurnya itu, kini mulai terlepas.

“Gomawo sudah menjaganya seharian ini. Sekarang kau bisa pulang dan istirahat.” Ny. Song- wanita paruh baya itu- menepuk pelan bahu Lu Han lalu duduk dipinggiran ranjang serba putih orange itu.

Lu Han tersenyum dan mengangguk pelan, “Nde, ahjumma. Kalau begitu saya permisi dulu.”

“Nde. Mari ahjumma antar sampai depan,” Ny. Song berjalan mendahului Lu Han yang sejenak menatap gadis itu.

“Annyeong Eun Ki~ya…”

Lu Han membungkukkan tubuhnya kearah gadis itu dan mencium keningnya sekilas lalu mulai beranjak pergi meninggalkan kamar.

*******

Aroma khas rumah sakit menyeruak saat Lu Han berada disalah satu ruang kamar VIP yang ditempati seorang pria yang dianggapnya keluarga sendiri itu. Pria itu tersenyum saat Lu Han masuk kedalam kamarnya.

“Kau datang?” Lu Han tersenyum lalu memeluk pria itu sejenak.

“Bagaimana keadaanmu saat ini, Min Seok~ah?” Min Seok- pria itu- tersenyum dan mengangguk, “Kau lihat sendiri bukan? Setidaknya aku bisa melihatmu saat ini,”

“Berhentilah berbicara seperti itu. Aku tidak akan datang lagi, kalau kau berbicara seperti itu lagi. Arraseo.” Min Seok tertawa kecil lalu terdiam, membuat Lu Han ikut terdiam.

“Bagaimana keadaannya?” sedikit bisikkan yang masih tertangkap oleh pendengaran Lu Han.

“Seperti biasa. Taman, Cake Shop, dan melamun.” Lirih Lu Han.

Min Seok tersenyum manis namun lebih terlihat senyuman sedih, lalu mendongakkan kepalanya kearah keluar jendela, “Diluar sana pasti sedang dingin sekali. Apa dia mengenakan mantelnya?” Lu Han tersenyum kecut lalu berjalan kearah jendela, memandang keluar.

“Dia bahkan mengenakannya setiap hari,” Lu Han memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

“Bagus kalau begitu.” Min Seok tersenyum, “Aku mohon peringatkan dia jika dia lupa memakainya. Dia sangat sensitif dengan cuaca dingin.” Lu Han menghela nafas lalu memutar tubuhnya menghadap Min Seok.

“Kenapa harus aku? Kau sendiri saja yang bicara padanya, kau sendiri saja yang menyuruhnya. Aku yakin jika kau yang menyuruhnya, dia pasti akan mengingatnya terus. Kenapa harus aku~” Min Seok menundukkan kepalanya.

“Aku… aku tidak bisa melakukannya sekarang.”

“Wae? Kau bisa melakukannya nanti saat kau sembuh,”

“Lu Han~ah…”

“Sampai kapan kau akan seperti ini terus? Kau pasti sembuh Min Seok~ah,”

“Aku mohon padamu, lakukan itu untukku.”

“Shierro!” Lu Han pergi meninggalkan ruangan kamar Min Seok dan membiarkan Min Seok sendiri.

Selalu saja seperti ini, sebuah debatan kecil yang menyisakan kesedihan diantara keduanya.

*******

“Bagaimana kondisinya sekarang ini, dok?” Lu Han memperhatikan dokter yang sedang membaca hasil pemeriksaan hari ini.

“Seperti sebelumnya, keadaan jantungnya masih lemah. Masih membutuhkan alat bantu untuk menstabilkan detak jantungnya.”

“Berapa lama lagi? Berapa lama lagi harus menggunakan alat bantu itu, dok?” Dokter Park menghela nafasnya berat.

“Sampai kita menemukan donor jantung yang cocok untuknya.”

“Arraseo. Kalau begitu saya permisi dulu dok.”

Lu Han keluar dari ruangan Dokter Park dengan perasaan yang berkecamuk, wajahnya terlihat sangat kusut.

“Ini semua salahku. Mianhae, Min Seok~ah.” Satu buliran bening keluar dari sudut mata Lu Han.

____-____-____

Saat itu, saat dimana Lu Han dalam keadaan mabuk dan Min Seok datang untuk menjemputnya, namun Lu Han bersikeras untuk menyetir dan alhasil sebuah hantaman keras terjadi.

Mobil yang ditumpangi Min Seok dan juga Lu Han sebagai penyetir menghantam sebuah pohon besar tak jauh dari club, Lu Han dalam keadaan mabuk memaksa menyetir dan dengan kecepatan penuh.

      Untungnya keduanya masih beruntung, Min Seok dan juga Lu Han masih terselamatkan. Namun kondisi keduanya berbeda jauh. Lu Han hanya menderita benturan dikepalanya dan mengakibatkan gagar otak ringan, tetapi berbeda dengan Min Seok.

Bagian mobil yang menghantam keras pohon tepat pada posisi Min Seok, kondisi Min Seok lebih parah daripada Lu Han. Bagian dada dan juga kepala Min Seok membentur keras dasbor mobil hingga menyebabkan dua tulang rusuk Min Seok patah dan membuat jantung Min Seok mengalami gangguan.

     Setelah kejadian itu Min Seok harus setiap hari mengontrol jantungnya dirumah sakit. Semakin hari kondisi jantung Min Seok semakin melemah, butuh beberapa alat bantu untuk menstabilkan kerja jantungnya.

Dan hanya satu jalan untuk menyelamatkan Min Seok, sebuah donor jantung yang cocok untuk Min Seok. Dan itu sangat sulit.

      Min Seok bersikeras jika jantungnya baik-baik saja dan menolak untuk perawatan dirumah sakit sampai saat dimana Min Seok mengalami titik terendah kerja jantungnya. Mulai saat itu sampai sekarang Min Seok harus dirawat dirumah sakit, ia tidak bisa lepas dari alat-alat bantu jantung.

____-____-____

“Min Seok~ah mianhae,”

*******

Eun Ki bangun dari tidurnya, hembusan angin pagi hari dimusim gugur saat ini masuk menelusup dari celah-celah jendela dan menerbangkan beberapa kordin jendela kamarnya.

Eun Ki merenggangkan tubuhnya dan duduk diatas ranjang, dihirupnya dalam-dalam udara untuk mengisi paru-parunya. Kilauan cahaya mentari menyita perhatiannya.

Ia menyibakkan selimut tebalnya, beranjak dari ranjang dan berjalan mendekat kearah balkon kamar. Dingin. Sensasi pertama yang dirasakan kulit tubuhnya.

Eun Ki menutup mata dan mengangkat kedua tangannya.

Sebuah pelukkan dipinggang sedikit menyalurkan kehangatan ditubuhnya, “Min Seok oppa,”

“Kau sudah bangun, hhmm? Bagaiman tidurmu?” Eun Ki tersenyum manis lalu memutar tubuhnya dan mendapati wajah Min Seok dengan senyuman manisnya. Senyuman yang selalu membuatnya tenang.

“Min Seok oppa,” Eun Ki tersenyum manis lalu merangkulkan kedua tangannya dileher Min Seok lantas memeluknya.

“Saranghae..”

“Nad…”

Eun Ki membuka matanya. NIHIL. Tenggorokkannya tercekat. Kosong, tidak ada siapa pun disini. Hanya ia sendirian.

“Nado saranghae..” buliran bening jatuh membasahi pipi yang terlihat semakin kurus itu. Min Seok yang memeluk dan tersenyum padanya tidak ada. Apa ini hanya khayalannya? Tidak, ini bukan khayalan semata. Batinnya.

Min Seok benar-benar memeluk dan tersenyum padanya tadi, tapi kemana Min Seok sekarang? Kenapa tidak ada disini? Kenapa ia sendiri sekarang.

Entahlah, Eun Ki kebingungan sekarang. Tangis yang ditahannya kini mulai keluar, isakkan tak terelakkan lagi. Tubuhnya berangsur merosot kebawah, kakinya terasa tidak kuat untuk menompang beban berat tubuhnya. Eun Ki menekuk kedua kaki dan memeluknya.

“Min Seok oppa.. hiks..”

*******

Chap. 1 …

*******

hhahaha gimana – gimana 😉 cerita aneh datang lagi *taburmenyan

Memang memang aneh ini cerita , :# Jangan dibaca kalao tidak suka :p

Tapi terima kasih banyak yang udah ngikutin  *bungkuk badan

DON’T FORGET RCL … GOMAWO :’)

Iklan

Satu Tanggapan to ““Just Love You…” // Chapter Ficlet-drabble”

  1. Iphaaelfxoticb2uty Agustus 28, 2014 pada 11:10 pm #

    Saya kira ff ini bakalan end trnyata ini brrchapter..klw gt nextnya ditunggu nih 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: