FF “Winter in Seoul” (Seoul Season’s)

27 Apr

COVER 30

Cast     : Lee Sungmin

               Hwang Min Young

Genre   : Romance

Rating  : G , AU!

Creadit pict : Lee’s Art


Disclaimer : Fanfict oryginal my work and my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

                 Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

Maaf jika feel nya kurang di hati readerdeul , hheee

Let’s Reading —>

Berjalannya waktu dan hari tak pernah mengubah keadaan seorang gadis yang tengah duduk dibawah pohon mapel yang dipenuhi dengan salju itu sedikit pun. Keterbatasan melihat yang membuat gadis itu tak bisa melihat butiran-butiran salju yang turun saat ini.

Tangannya terangkat keatas menadah dan beberapa buliran salju jatuh ditelapak tangannya. Gadis itu tersenyum manis. Kebulan asap terlihat dari hembusan nafas menandakan cuaca semakin dingin saat ini.

Terlihat uluran tangan menyentuh tangan gadis itu. Hangat.

Seorang pria berbalut mantel berlapis berdiri disamping gadis itu, “ Sungmin oppa…” gumamnya, membuat pria bernama Lee Sungmin itu tersenyum manis.

*****

“Kenapa kau keluar? Cuaca sangat dingin~” Sungmin menggosokkan kedua tangannya lalu menangkupkan diwajah Min Young. Gadis itu hanya memperlihatkan senyum manisnya.

“Gwaenchana oppa,” Sungmin menghela nafas, “Arraseo…” balasnya.

Rumah bergaya modern minimalis dipadukan berbagai benda klasik itu cukup membuat Min Young merasa nyaman didalam. Rumah yang berdiri kokoh ini sering ia kunjungi.

“Aku akan membuatkan makanan untukmu, kau istirahatlah sebentar. Arra?” Sungmin mengeratkan mantel dan syal yang Min Young pakai lalu beranjak pergi kedapur.

“Arra,” Min Young berjalan kearah kamar Sungmin dengan bantuan tongkat yang selalu menemaninya kemana-mana itu. Gadis sudah hafal semua letak ruang dan benda dirumah ini, seringnya ia datang tak membuat ia kesusahan untuk pergi kemana pun dirumah yang ditempati Sungmin itu.

Selagi Sungmin menyiapkan makanan, Min Young didalam kamar kini merebahkan tubuhnya diatas ranjang berukuran sedang dan didominasi warna putih itu yang sebelumnya melepaskan mantel dan syal yang dipakainya.

Matanya mengerjap-ngerjap memandang lurus keatas. Gelap.

Senyum samar terlihat diwajah cantik Min Young. Ia tahu, sebesar apapun usahanya untuk dapat melihat saat ini, akan sia-sia saja. Gadis berkulit putih bersih itu mengangkat tangan kanannya keatas- terlihat ingin menggapai sesuatu tapi entah apa yang ingin ia gapai.

Beberapa detik kemudian tangannya mulai tertarik lalu menangkup didepan dadanya.

Berdoa yang dilakukanya sekarang.

Dengan menutup kedua matanya, Min Young mengucapkan beberapa harapan dalam hatinya.

Cukup berharap, gadis itu mulai membenamkan tubuhnya dibalik selimut yang dipenuhi aroma khas Sungmin- kekasihnya. Aroma yang kini menjadi candu untuknya.

*****

Sungmin merapikan peralatan masaknya lalu melepas apron dari tubuhnya.

“Selesai…” pria itu tersenyum puas melihat hasil masakkannya.

Pria itu melihat kearah pintu kamarnya, ia tahu jika Min Young- gadis yang sudah 2 tahun belakangan ini menjadi kekasihnya itu berada didalam lantas ia mulai berjalan mendekat kearah kamarnya.

Dibukanya pintu dan mendapatkan Min Young tengah tertidur diatas ranjangnya.

Sungmin berjalan mendekat dengan perlahan lalu duduk dipinggiran tempat tidur. Ia mengamati wajah tenang kekasihnya yang sedang tertidur dan tersenyum manis.

“Min Young~ah,” panggil Sungmin dengan menyentuh lembut tangan kiri Min Young.

“Min Young…” gadis itu mulai mengerjapkan mata dan membuat Sungmin menarik tangannya.

“Oppa?” Min Young bangkit dari tidurnya lalu duduk.

“Ya, aku disini.” Sungmin menyentuh sebelah pipi gadis itu dan mengusapnya lembut. Min Young tersenyum.

“Maaf membangunkanmu. Makanan sudah siap,”

“Gwaenchana oppa,”

*****

Hari demi hari berlalu. Salju semakin terlihat menyelimuti kota Seoul, dipenghujung musim saat ini dingin semakin menusuk kulit namun tak membuat Min Young urung untuk berdiam diri dirumah. Gadis itu saat ini terlihat berdiri dihalaman rumahnya, mengadahkan kepala keatas dan membiarkan salju jatuh diatas kulit wajahnya.

Salju mulai meleleh diwajahnya dan menyisakan rasa dingin disana.

“Aku ingin melihatmu,” gumam Min Young.

“Suatu saat nanti kau akan melihatnya.” Sebuah suara membuat Min Young sedikit tersentak. Gadis itu memundurkan kakinya.

“Nuguya?”

“Min Young~ah…”

“Sungmin oppa?”

“Ya, aku disini.” Min Young menghela nafas.

“Sungmin oppa~” Sungmin berjalan mendekat dan segera membawa Min Young kedalam pelukkannya.

“Aku disini,” Min Young mengeratkan pelukkannya. Entah apa yang dirasakannya saat ini, rasanya ada yang mengganjal dalam hatinya. Saat Sungmin datang tiba-tiba tadi, ia sangat terkejut.

“Jangan pergi,” lirih Min Young dan membuat Sungmin mengerutkan dahinya.

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu, hmm?” Sungmin mengusap punggung Min Young dengan lembut.

“Anniya,”

“Baiklah. Sekarang masuk, cuaca semakin dingin.”

Sungmin membawa Min Young masuk kedalam rumah, mereka duduk diruang tengah dengan Min Young yang masih memeluk tubuh Sungmin. Tak seperti biasa gadis itu melakukan hal ini, Sungmin merasakan eratan posesif dari pelukkan Min Young.

“Apa terjadi sesuatu, Min Young~ah?” tanya Sungmin hati-hati.

“Sungmin oppa,”

“Kau mimpi buruk?” tebak Sungmin. Dan tepat, Min Young melepaskan pelukkannya dan mengangguk.

Sungmin tersenyum lalu menangkup wajah gadis itu, “Jangan khawatir, itu hanya mimpi. Aku tidak akan pergi, aku tetap disini. Arra?” kecupan singkat dikening Min Young.

Gadis itu mulai tersenyum. Benar adanya. Tadi malam ia mimpi buruk.

Mimpi saat pria yang sangat dicintainya itu pergi meninggalkannya sendiri dihamparan salju yang semakin mengeluarkan hawa dingin yang sangat menusuk kulit.

Pria yang sampai saat ini tak pernah ia tahu bagaimana bentuk wajahnya. Tak pernah tahu bagaimana wujudnya, ia hanya bisa membayangkan dari hasil gambaran yang diceritakan pria itu dan meraba wajahnya.

Walaupun ia tak pernah tahu bagaimana wajah Sungmin, ia cukup percaya melalui hati perasaannya. Dari cinta yang diberikan Sungmin padanya.

Pria yang ia yakin selalu berada disisinya, melindunginya, mencintainya, dan selalu menjadi penompang hidupnya dari kegelapan yang suatu saat akan membuatnya jatuh.

Min Young yakin suatu saat nanti akan menemukan seberkas cahaya untuk menghilangkan kegelapan yang semakin ‘dingin’ seperti dinginnya salju menusuk setiap permukaan kulit ditubuhnya. Menjadikan dingin menjadi hangat dengan adanya cahaya yang hadir dihidupnya.

Bisa melihat dan pertama kali yang ingin ia lihat adalah Lee Sungmin- pria yang selalu memberinya semangat jika suatu saat hal itu akan terjadi. Doa dan harapannya untuk melihat akan terwujud suatu saat nanti.

Ia yakin akan hal itu, yakin karena pria yang saat ini memeluknya hangat. Lee Sungmin.

END

Traaaaaaaaaaaa

Winter sudah rilis XD *gak nanya

Selamat membaca *bowbarengXiuminDonghae

Terima kasih banyak yang udah ngikutin  *bungkuk badan

Ane tidak memaksa untuk RCL nya , tapi apa salahnya menghargai karya orang :)

DON’T FORGET RCL … GOMAWO :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: