FF “Missing You”

20 Mar

COVER 21

Cast : XiuMin “EXO” a.k.a Kim Min Seok

Park Young Min a.k.a Herself

Sub Cast : Park Young Jin

Genre : Sad, Hurt

STORY JUST MY IMAGINATION !! DONT COPY PASTE AND DONT BASHING ^^

Lalu lintas jalan kota Seoul kini terlihat jelas dari balik kaca sebuah cafe bernuansa putih diseberang jalan. Seorang pria berwajah manis terlihat duduk didekat kaca dan memperhatikan setiap gerakkan roda mobil yang berlalu lalang. Kebulan asap yang dihasilkan dari minuman dihadannya tidak menyita perhatian untuk disentuhnya.

Kim Min Seok-nama pria itu memandang tanpa ekspresi setiap gerakkan diluar cafe tempatnya berada dan mungkin bisa dibilang pria itu sedang melamun. Guratan pucat sedikit terlihat diwajah manisnya, lingkaran hitam disekitar matanya pun tidak luput dari perhatian.

Helaan nafas terdengar saat ia mulai tersadar dari lamunannya, “Hhhhh…”

Beberapa detik kemudian, tangan yang semulanya saling menangkup, kini terlihat menyentuh gelas hitam dihadapannya. Mengangkatnya ke udara kemudian menyesap sedikit isi dari gelas itu.

Matanya terpejam dan terlihat tetesan air dari sudut matanya. Entah apa yang dipikirkannya sekarang, yang kenyataannya sekarang ia belum bisa menerima kejadian beberapa jam yang lalu.

“Min Seok~ah.” Panggilan seseorang menelusup lembut ke indra pendengarannya.

“Hyung,” Young Jin menepuk pelan bahu Min Seok seraya duduk disamping pria itu.

Min Seok menunduk. Mata sipitnya mulai berkaca-kaca dan kedua tangannya kembali saling menangkup.

Young Jin yang mengetahui apa yang sedang dirasakan Min Seok itu lantas merangkul bahu Min Seok kemudian mendekapnya.

“Bersabarlah Seok~ah,”

“H…hyung,” seketika genangan air dimata Min Seok menyeruak keluar tanpa ampun.

Oo**oO

1 jam yang lalu

“Bagaimana keadaan Young Min, hyung? Apa kata dokter?” tanya Min Seok memburu seiring deruan nafasnya yang tidak teratur setelah sepanjang perjalanan menuju ICU ia berlari.

“Tenanglah. Dokter sedang memeriksa Young Min.” Tenang Young Jin yang membuat Min Seok sedikit merasa lega walaupun kecemasan tetap menyelubunginya. Young Jin menepuk pelan bahu Min Seok untuk memberi ketenangan walaupun dirinya tidak kalah cemas dan membutuhkan ketenangan.

Kedua pria itu, Kim Min Seok dan Park Young Jin tengah dilanda kecemasan yang luar biasa. Park Young Min adik dari Young Jin tengah bertaruh nyawa didalam ICU.

Penyakit yang diderita Young Min tiba-tiba saja kambuh. Penyakit yang baru diketahuinya akhir-akhir ini, memang sulit untuk disembuhkan lagi.

Beberapa menit kemudian, seorang dokter dan perawat keluar dari ruang ICU. Young Jin dan Min Seok segera menghampiri sang dokter.

“Bagaimana keadaan adik saya dok?” Sang dokter sedikit menghela nafas berat.

“Kami sudah berusaha dengan keras, tapi takdir berkehendak lain.” Dokter menepuk pelan bahu Young Jin kemudian pergi dan juga sang perawat.

Young Jin menunduk lemah. Pikiran dan tubuhnya terlalu sulit mencerna kalimat yang barusan dokter katakan. Secepat itukah adiknya pergi. Apa tidak ada kesempatan untuk lebih lama menikmati hidup.

Cairan bening sedikit demi sedikit membasahi wajah pria bertubuh tinggi itu.

Pria yang berdiri disampingnya pun tidak kalah shocknya. Min Seok masih belum bisa menerima ucapan sang dokter tadi yang membuatnya kini hanya menatap nanar pintu ICU.

Park Young Min, sahabat yang diam-diam dicintainya itu kini pergi. Benar-benar pergi untuk selamanya.

“Young Min~ah…” gumam Min Seok.

Oo**oO

Aroma tanah bercampur air menyeruak tajam ke udara. Hujan yang baru saja mereda tidak menyurutkan niat Min Seok untuk segera beranjak pergi dari tempat peristirahatan terakhir Young Min, sahabatnya.

“Kenapa secepat ini..” lirih pria itu seraya mengusap batu nisan diatas tanah yang basah terguyur air hujan sepanjang pemakaman tadi.

1 jam setelah pemakaman berlalu, Min Seok belum juga ingin pergi dari tempat itu. Terlalu sulit untuk diterima bagi pria berparas manis ini, terlalu cepat baginya.

Ia belum sempat mengatakan perasaannya. Bahkan untuk memulainya saja ia baru memikirkan waktu yang tepat, namun apa yang dilakukannya? Kebodohan yang membuatnya menyesal. Ia salah, kenapa ia harus menundanya? Kenapa harus berfikir lagi? Kenapa?

Banyak hal yang ingin dilakukannya, banyak hal yang ingin dibaginya bersama Young Min.

“Young Min~ah saranghae. Jeongmal saranghaeyo, Park Young Min..”

Oo**oO

Guguran daun mapel terlihat berserakkan disetiap jalan taman kota. Min Seok terlihat sedang duduk dibangku yang terletak dibawah salah satu pohon mapel taman itu. Gerakkan mulutnya sedikit terlihat saat ia mengikuti lagu yang didengarnya dari earphone.

“Seok~ah.” Panggilan dari seorang gadis tidak membuatnya bergeming. Gadis yang memanggil Min Seok pun sedikit mengerutkan dahinya lantas mendekat kearah pria berbalutkan t-shirt hitam yang dilapisi jaket coklat itu.

“Seok~ah.” Panggil gadis itu lagi. Tapi tetap tidak ada respone dari Min Seok.

Young Min tersenyum lantas meraih earphone dan melepasnya dari telinga pria itu.

Min Seok tersadar kemudian tersenyum manis melihat Young Min yang kini berdiri didepannya.

“Young Min~ah…”

“Kau sudah lama menunggu?” Min Seok tersenyum kemudian berdiri dari duduknya lantas memeluk hangat gadis itu.

Young Min tersenyum manis. Sangat manis seiring datangnya kilau cahaya putih yang membuat tempat itu terang, sangat terang dan menyilaukan mata.

Oo**oO

Min Seok tersadar dari tidurnya, mengerjapkan mata berkali-kali. Sinar yang menyilaukan mata tadi dirasanya telah hilang.

Bukan, bukan hilang. Batinnya.

Memang tidak ada, cahaya itu tidak ada saat ini.

“Young Min~ah…” gumamnya.

Min Seok melepas earphonenya kemudian berdiri dari duduk. Ia memerhatikan sekitarnya, guguran daun mapel bertebangan disana-sini. Senyum simpul sempat terlihat dari wajahnya. Keadaan yang sama.

“Hanya mimpi.” Batin Min Seok seraya menggenggam erat earphonenya dan menatapnya penuh.

Mata sipitnya mulai berkaca bahkan kini buliran bening itu mengalir disudut matanya dan dengan cepat pria itu mengusapnya.

“Apa kau merindukan aku, Young Min~ah? Kau tahu aku sangat merindukanmu…”

“Sangat sangat merindukanmu… Saranghae Park Young Min.”

Rindu yang kerap kali menyelubungi Min Seok membuat pria itu selalu datang ketempat-tepat dimana banyak kenangan yang dilaluinya bersama gadis yang menyita seluruh kerja kehidupannya itu. Terutama disini, tempat dimana gadis itu pertama kali bertemu dengannya. Dibawah pohon mapel yang mulai menggugurkan daunnya.

Hari-hari setelah kepergian Park Young Min, pria itu menjalaninya dengan ‘enggan’. Ia hanya mendatangi setiap tempat yang pernah didatanginya bersama Young Min. Tidak berniat sama sekali untuk mencoba melupakan gadis itu.

Park Young Min.

FIN

JUST MY IMAGINATION !! DONT BASHING ^^

Silahkan ber- RCL ria sesuka hati , tapi DONT BASHING !!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: