FF “Spring in Seoul” (Seoul Season’s)

15 Mar

COVER 29

Cast     : Lee Hyuk Jae

              Shin Hyun Ae

Genre   : Romance

Rating  : G , AU!

Creadit pict : Cover Fanfiction ‘Black Devil’

Disclaimer : Fanfict oryginal my work and my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

                 Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

Maaf jika feel nya kurang di hati readerdeul , hheee

Let’s Reading —>

Dinginnya musim dingin kini berangsur menghilang dan bergantikan sejuknya cuaca menyambut datang nya musim semi yang tinggal menghitung hari. Berseminya bunga kini mulai terlihat dimana – mana, mulai dari tanaman bunga dipinggir jalan, taman bunga dipusat kota sampai halaman – halaman rumah penduduk kota Seoul.

Terlihat salah satu halaman yang tidak luput dari bermekarnya bunga disebuah rumah daerah Gangnam itu. Rumah yang mempunyai halaman luas itu ditumbuhi dengan berbagai macam jenis tanaman bunga, mungkin sang pemilik rumah itu sengaja menanam berbagai tanaman bunga dihalaman luasnya itu dilihat dari letak posisi tanaman yang sangat rapi dan indah dipandang saat ini.

Dari sekian banyak bunga yang kini mulai bermekaran dihalaman itu, terlihat sesuatu yang menyita perhatian saat ini. Bukan tentang jenis – jenis bunga dihalaman itu, melainkan sosok yang berada diantara bunga – bunga.

Sosoknya yang cantik dan tidak kalah cantiknya dengan bunga disekelilingnya, kulit putih susu dan juga paras yang manis membuatnya berbeda dari yang lain.

Seorang gadis yang bernama Shin Hyun Ae. Seorang gadis yang kini tengah terilhat diantara bunga – bunga nan indah itu. Senyum yang terus mengembang diparas manisnya mengiringi setiap detik mekarnya bunga disekelilingnya.

Ini ditahun ketiga gadis itu merasakan semilir sejuk dan indahnya bunga dimusim semi ini. Tahun – tahun sebelumnya gadis itu harus menjalani musim semi ini dengan belenggu rumah yang mengurungnya.

Taman yang dibuatnya beberapa tahun silam, harus dinikmatinya ditahun ini. Sungguh, sungguh gadis itu baru bisa merasakan kelegaan dan kebahagian.

Tiada hari tanpa gadis itu mengucap syukur atas kebahagian yang baru bisa didapatnya. Dengan senyum manis gadis itu kini terlihat tengah menggapai satu bunga kesukaannya. Tangan gadis itu terulur kedepan mencoba meraih bunga mawar putih yang sedikit jauh dari tempatnya sekarang, namun gerakkannya terhenti saat sebuah tangan meraih bunga itu sebelum ia berhasil menggapainya.

“Eunhyuk oppa,” lirih gadis itu seraya menarik tangannya kembali. Pria yang dipanggil Eunhyuk tadi hanya memperlihatkan gummy smille nya kemudian memberikan bunga hasil petikkannya untuk Hyun Ae.

**8**

“Sedang apa kau disini ?” tanya Eunhyuk pelan seraya memberikan setangkai bunga mawar putih pada Hyun Ae dan kemudian duduk disamping gadis itu.

Hyun Ae tersenyum tipis kemudian mendekatkan bunga itu kearah wajahnya dan mengabaikan pertanyaan Eunhyuk. Gadis itu menghirup dalam aroma dari bunga mawar putih kesukaannya itu, rasa segar dan wangi menelusup lembut keindra penciumannya. Aroma bunga ini selalu membuatnya tenang.

Berulang kali Hyun Ae melakukan hal yang sama dengan menutup kedua mata nya dan sesaat mengabaikan seorang pria tampan yang kini sedang memperhatikannya dengan raut wajah berseri – seri. Hyun Ae mengembangkan senyumnya saat setelah menghirup aroma dari bunga itu. Eunhyuk sudah terbiasa dengan perilaku gadis disampingnya ini, bahkan itu yang membuatnya semakin mencintai gadis yang sudah bersamanya 4 tahun itu.

“Kau selalu melakukan hal yang sama, dan aku sangat menyukainya.” gumam pria itu dalam hati.

Eunhyuk selalu berharap hari – harinya selalu dipenuhi dengan senyuman lembut itu, senyuman yang membuatnya sering sesak nafas kehabisan oksigen saat senyum itu mengembang dari bibir gadis itu. Selain senyuman dari gadis itu, satu hal yang diinginkannya.

Tentu saja kehadiran gadis itu disampingnya. Kehadiran gadis itu yang membuat Eunhyuk bisa melihat senyum lembut yang diharapkannya.

Sebuah kehadiran yang tidak bisa tergantikan apapun saat ini, esok dan selamanya.

**8**

Tangan yang saling bertautan menambah keserasian pasangan yang kini tengah memandangi bunga – bunga yang mulai berlomba membuka kelopak nya satu persatu. Hyun Ae menyenderkan kepalanya dibahu Eunhyuk, mereka sesekali terlihat tersenyum satu sama lain.

Eunhyuk mengangkat tangannya yang menggenggam tangan Hyun Ae ke udara dan mendekatkan kewajahnya kemudian mencium tangan gadis itu. Gadis pemilik tangan itu mendongakkan kepalanya melihat kearah Eunhyuk. Kini pandangan mereka saling beradu sampai saat Hyun Ae mengerjapkan mata berkali – kali dan mematung sejenak saat kecupan singkat yang diberikan Eunhyuk tepat dipermukaan bibirnya.

Kembali pria itu memperlihatkan gummy smille nya. Manis, kini terlihat manis senyuman yang diberikan Eunhyuk.

Sedangkan Hyun Ae masih mencoba merespone apa yang barusan terjadi pada dirinya. Sering pria itu melakukan hal yang sama, tapi tetap saja dirinya selalu terpaku dengan kelakuan tiba – tiba dari pria yang selama ini bersedia dengan setulus hati menjaga nya.

Pria berparas tampan ini menjaga dan membantunya dari keterpurukkan 4 tahun silam. Membantunya bangkit dari keputusasaan sebuah kenyataan pahit yang diterimanya saat setelah kejadian yang menyebabkan sebagian anggota tubuhnya tidak berfungsi dengan baik.

Keadaan dimana gadis itu sempat ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Gadis itu selalu berfikir jika hidupnya sudah berakhir saat ucapan seseorang dirumah sakit mengatakan jika ia tidak bisa melanjutkan aktivitasnya lagi tanpa kursi roda.

Hancur. Perasaan gadis itu hancur saat itu, namun tanpa disangka berawal dengan pertemuan tidak disengaja nya dengan seseorang ditempat gadis itu ingin mengakhiri hidupnya, dengan tulusnya sebuah tangan membantunya bangkit dari keputusasaan.

Seorang Lee Hyuk Jae atau sering dipanggil Eunhyuk itu dengan baik hati dan ketulusan dari hatinya membantu seorang gadis bermarga Shin itu bangkit dan sampai saat ini gadis itu merasakan kebahagian yang dihasilkannya sendiri dari sebuah kesabaran dan menerima apa itu takdir yang diberikan untuk nya.

Hyun Ae selalu berharap jika malikat penjaganya ini terus bersamanya. Malaikat yang berbentuk seorang pria, datang memberinya angin kesejukkan dan memberinya aroma lembut nan manis seperti saat musim semi datang dengan kesejukkan dan kelembutan dari dinginnya musim dingin yang mendinginkan hatinya.

**8**

Sudah 1 jam lebih sepasang kekasih ini menikmati bunga musim semi dihalaman rumah Hyun Ae, tidak ada pergerakkan saat ini sampai saat suara salah satu dari mereka mencairkan suasana .

“Musim semi datang oppa. Apa aku bisa melihat lagi bunga dimusim semi berikutnya ?” sebuah penuturan dari Hyun Ae yang membuat Eunhyuk mengalihkan pandangannya dari bunga kearah gadis itu.

Eunhyuk mengerutkan dahinya tidak mengerti apa maksud dari ucapan Hyun Ae barusan, “Apa maksudmu chagiya ? Jangan bicara yang tidak – tidak seperti itu. Aku tidak mau mendengarnya !”

Hyun Ae tersenyum lembut seraya menatap teduh wajah Eunhyuk yang kini raut wajah nya berubah cemas, “Oppa… Aku hanya~~. Ahh anni anni. Aku hanya bercanda saja.” Ucap gadis itu yang kemudian memeluk tubuh Eunhyuk.

Gadis itu tahu jika pria yang dicintainya ini menunjukkan kecemasan pada dirinya, jadi ia memutuskan perkataannya dan tidak merusak suasana yang hangat ini. Cukup, cukup pria ini merasakan beban yang dibuatnya saat membantunya bangkit, ia tidak ingin menambah lagi beban yang dirasakan pria tercintanya ini.

“Hyun Ae~ya… chagiya ?” lirih Eunhyuk yang bingung dengan perilaku Hyun Ae saat ini. Pria itu membalas pelukkan Hyun Ae dan mengelus sayang punggung gadis itu.

“Biarkan aku memelukmu seperti ini oppa. Aku ingin selalu memelukmu seperti ini setiap hari.” Sahut gadis itu dengan mengeratkan pelukkannya ditubuh Eunhyuk.

“Aku disini, bersamamu. Kau akan selalu memelukku, tanpa kau minta pun aku akan selalu memelukmu.” Tenang pria itu dengan pelan seraya mengecup singkat puncak kepala Hyun Ae.

“Saranghae my flower…” bisik Eunhyuk yang tepat ditelinga Hyun Ae dan membuat gadis itu tersenyum bahagia kemudian mengeratkan pelukkannya.

“Nado saranghae my wind…”

Angin yang selalu memberinya hawa sejuk nan menenangkan hati Hyun Ae. Angin yang selalu membawanya dalam suasana kedamaian hidup. Dan itu seorang Lee Hyuk Jae yang membawanya kedalam kebahagian hidup setelah kesedihan teramat menyedihkan menyelubungi kehidupan beberapa tahun yang lalu.

Membantunya melangkah walaupun ia tidak bisa melakukan hal itu. Membantunya menapakki tanah dengan kedua kakinya sendiri. Memberinya kekuatan saat ia terjatuh dengan langkah pertamanya. Memberinya hembusan angin segar saat tangis datang setelah terjatuh dengan langkah kedua ketiga keempat kelima dan seterusnya.

Angin memberinya kekuatan untuk tetap berharap suatu saat nanti ia bisa melangkah dengan yakin tanpa keraguan lagi.

END

Jdadrrrrr

hhahaha gimana – gimana 😉 cerita aneh lagi datang *taburmenyan

Dan entah kenapa baru kali ini aku bisa buat dengan narasi mengarang bebas seperti itu yang dialog antar tokohnya dikit banget -__-

Setelah Rain in Seoul rilis aku terinspirasi buat lagi dengan bertema Season 😉 tapi…

Ada tapinya… di ceritaku sedikit dibuat berbeda. Yang membedakan disini adalah setiap keadaan si tokoh nya, terutama tokoh perempuannya.

Terima kasih banyak yang udah ngikutin  *bungkuk badan

Ane tidak memaksa untuk RCL nya , tapi apa salahnya menghargai karya orang :)

DON’T FORGET RCL … GOMAWO :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: