FF “My Girl’s…” (Oneshoot)

2 Mar

textured old paper background with round fluffy yellow mimosa flowers

Author : Lee’s

Cast : Shim Changmin

          Cho Ji Kyung

          Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Length : OneShot

Disclaimer : Fanfict just my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

::: Ini fanfict hadir request dari mbak Dwi yang ngakunya sebagai kekasihnya Shim Changmin 🙂 FF ny agak lama dan mungkin sedikit aneh tapi Semoga suka ye’ ^_^

                 Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

Maaf jika feel nya kurang di hati eonni , hheee

Happy reading —>

Keramaian bandara Incheon siang hari ini terlihat tidak terlalu ramai seperti biasanya tetapi cukup menghalangi gerak jalan seorang gadis dengan rambut hitam yang dibiarkan tergerai seraya mendorong sebuah troli yang berisi beberapa koper.

Gadis itu menggunakan kaca mata hitam yang sangat kontras dengan warna kulit putihnya dan sebuah topi coklat yang menghiasi kepalanya. Penampilan yang cukup sederhana namun terlihat mencolok diantara kerumunan orang yang keluar dari pintu kedatangan bandara Incheon itu.

Cho Ji Kyung nama gadis itu berjalan mendekati seorang pria yang berdiri didekat sebuah tiang penyangga dengan kaca mata hitam menghiasi wajah tampannya dan kini tengah melambaikan tangan kearah gadis itu.

“Hey! Cho Ji Kyung!” seru pria itu dengan tersenyum kecil. Ji Kyung membalas lambaian tangan pria itu dan berjalan mendekat, sesaat kemudian memeluk hangat tubuh pria itu. Tubuh yang dirindukannya 3 tahun terakhir ini.

Ya. Selama 3 tahun ini gadis bermarga Cho itu tinggal di Jepang untuk meneruskan pendidikannya dan libur musim semi kali ini Ji Kyung panggilan gadis itu menyempatkan pulang ketanah kelahirannya, Seoul, Korea Selatan.

Dengan sambutan aroma lembut angin musim semi kali ini, Ji Kyung menarik sudut bibirnya yang kini berada didalam sebuah mobil pria yang menjemputnya dibandara tadi. Gadis itu membuka kaca jendela pintu mobil hingga setengah kemudian perlahan mengeluarkan sebelah tangan kanannya untuk merasakan tiupan angin musim semi pertama kalinya setelah 3 tahun tidak dirasakan.

Pria yang duduk dibelakang kemudi itu ikut tersenyum manis kemudian menoleh kearah Ji Kyung, “Sangat lembut..” gumam gadis itu yang kini menarik kembali tangannya kedalam dan pria yang duduk disebelahnya mengacak pelan puncak kepalanya.

“Kita mau kemana? Mau pulang atau kita berkeliling dulu?” Ji Kyung mengerutkan dahinya dan sedikit memiringkan kepalanya, terlihat memikirkan pertanyaan pria tampan disampingnya.

“Emmm bagaimana kalau kita membeli makan dulu setelah itu pulang?” Ji Kyung menangkupkan kedua tangannya meminta persetujuan pria yang kini juga terlihat memikirkan perkataan Ji Kyung.

“Bagaimana? Kau setuju?” ucap gadis itu lagi.

“Baiklah, ide yang tidak buruk.” Ji Kyung tersenyum senang.

“Kajja!” teriak Ji Kyung yang membuatnya mendapat sentilan kecil dipelipisnya dari pria yang duduk disebelahnya.

“Kau membuatku kaget, gadis bodoh!”

“HEY! Yak!”

“Kau ingin mendapat pukulan lagi, hah?” sahut pria itu seraya menutup telinganya. Demi apapun suara gadis itu tidak pernah berubah, sangat memekakkan telinga.

“Ishh kau ini!” decak Ji Kyung kesal.

“Tidurlah. Sebaiknya kau tidur daripada membuatku tidak bisa berkonsentrasi menyetir.” Timpal pria itu tak kalah kesalnya dan membuat tatapan tajam dari gadis itu.

“Aku tahu aku sangat tampan, tidak usah melihatku seperti itu. Lihat bola matamu hampir copot~~”

“Arra arra dan sebaiknya kau juga diam. Suaramu tidak lebih baik dari bunyi mesin rusak, tuan. Arraseo!” Ji Kyung mendengus kesal seraya melipat kedua tangannya didepan dada kemudian mengalihkan pandangnnya keluar jendela.

“Itu lebih baik~~”

“Diam!”

***OO***

Lampu yang terlihat menyala terang diruang tengah sebuah apartement yang ditempati beberapa pria tampan didaerah Gangnam itu, tidak mampu membuat aura hitam yang menyelebungi seorang pria yang terkenal dengan devil smille itu menghilang dari tubuhnya.

Pria berkulit putih susu itu sejak beberapa jam yang lalu tidak pernah meletakkan benda kotak hitam miliknya dari tangan. Ponsel yang mungkin kini terasa memanas itu tidak pernah lepas dari pandangan tajamnya. Sedangkan, tangan lincahnya terlihat berulang kali memencet beberapa tombol dan meletakkannya ditelinga.

Apa yang sedang dilakukan pria bernama lengkap Cho Kyuhyun itu sempat menyita perhatian beberapa pria yang tadinya sibuk dengan kegiatan masing-masing, kini tengah memperhatikannya bingung.

‘Apa yang sedang dilakukan Kyuhyun? Aku rasa sejak tadi dia tidak pernah pergi dari tempatnya?’ gumam seorang pria bermata sendu- Lee Donghae dan cukup didengar pria yang terkenal dengan gummy smillenya- Eunhyuk.

‘Mollaseo.’ Sahut Eunhyuk asal tanpa memalingkan pandangan dari layar tabletnya.

Donghae mengerutkan dahi seraya menggelengkan kepalanya, ‘Aku rasa ada yang membuatnya seperti itu, Hyuk~ah?’

‘Biarkan saja, Hae~ya. Jangan ganggu dia atau kau ingin wajahmu lebam semua.’ Donghae bergidik bahu lalu berdecak.

‘Itu sangat mengerikan. Sebaiknya aku pergi saja, aku ingat ada janji dengan Eun Ki.’ Donghae meraih kaca mata hitam dan topinya kemudian beranjak pergi yang sebelumnya mendapat lirikkan yang sulit diartikan dari Eunhyuk.

Percakapan singkat yang sedikit tertangkap di indra pendengaran Kyuhyun, mengingat jarak mereka tidak terlalu jauh. Pria itu mengabaikan kedua pria yang lebih tua darinya itu dan kembali dengan aktivitasnya.

“Apa yang sedang mereka lakukan hingga larut malam? Kenapa tidak mengangkat panggilanku?” gerutu Kyuhyun yang kini menyerah dengan kegiatan menelphonenya kemudian menaruh ponsel disampingnya lantas menyandarkan punggungnya disofa dan memejamkan mata.

Namun beberapa lama kemudian Kyuhyun kembali terjaga saat merasakan getaran dari ponselnya dan dengan malas pria itu menggeser asal tombol lantas menempelkan ditelinganya.

“Yeoboseo?”

“Yak! Cho Cho!” teriakkan memekakkan telinga dari ponsel Kyuhyun dan membuat pria itu menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Yak! Pelankan suaramu, Ji Kyung~ah!” sahut Kyuhyun kesal yang tahu siapa pemilik suara yang sangat mengganggu pendengaran itu dan siapa lagi kalau bukan Cho Ji Kyung, pikirnya.

Hening sesaat.

Tunggu. Siapa? Ji Kyung? Cho Ji Kyung? Gadis yang sejak tadi tidak bisa dihubungi dan membuatnya kesal setengah mati?.

“Ji Kyung? Cho Ji Kyung!” kini giliran Kyuhyun yang berteriak dan membuat gadis yang dianggap Ji Kyung diseberang sana mungkin melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pria itu tadi.

“Aish. Yak! Cho Cho, pelankan suaramu! Aku tahu kau seorang penyanyi, tapi bisakah kau simpan saja keahlian menyanyimu itu dariku, aku tidak suka suaramu.” Kyuhyun membelalakkan kedua mata besarnya dan yakin jika sebentar lagi kedua bola matanya itu akan lepas dari tempatnya. “Aku heran kenapa gadis-gadis diluar sana menyukai suaramu itu. Apa mereka menderita gangguan telinga. Tsk!” Gumam Ji Kyung yang cukup didengar Kyuhyun dan itu membuatnya mendesis berat, seakan ingin memakan apa saja yang berada disampingnya saat itu juga.

Kyuhyun memutar bola matanya malas, “Terserah kau. Tsk! Kenapa menelpho~~ ahh tunggu.. Hey Nona Cho kau berada dimana sekarang? Kenapa panggilanku tidak diangkat? Kau tahu ini jam berapa, hah? Cepat pulang, eomma sejak tadi menghubungiku dan bilang kau belum juga sampai rumah. Cepat pulang, arraseo!” tidak menunggu jawaban dari Ji Kyung, Kyuhyun segera memutuskan sambungannya.

“Hey! Yak! Cho~~” terdengar samar-samar suara Ji Kyung sebelum sambungan panggilan terputus.

***OO***

“Ada apa Ji Kyung~ah?” tanya seseorang melihat gadis disampingnya bergumam tidak jelas seraya menatap kesal ponselnya. Helaan nafas panjang terdengar dari Ji Kyung.

“Apa kau sudah bilang pada Kyuhyun?” Ji Kyung menggeleng.

“Belum sempat. Cho Cho mematikan panggilannya, Changmin~ah.” Changmin-nama pria itu memberi segelas coffe hangat yang dibeli sebelumnya, “Arraseo. Sebaiknya kau segera pulang Ji Kyung~ah, pasti Cho ahjumma menunggumu.” Pria itu menyesap coffenya sedikit kemudian melihat kearah Ji Kyung yang kini hanya memainkan kakinya ditanah.

“Nde. Kau satu hati dengannya. Cho Cho juga menyuruhku pulang tadi.” Changmin mengangguk.

“Baiklah, kajja.”

At Ji Kyung’s Apartement, Gangnam, Seoul, Korea Selatan.

“Cha, cepatlah masuk.” Changmin berdiri dihadapan Ji Kyung lantas mengecak pelan kepala gadis itu.

“Nde. Gomawo Changmin~ah,”

“Mwo?”

“Gomawo sudah menjemputku dan menemaniku berkeliling hingga…” Changmin hanya tersenyum mendengarnya. Senyuman yang membuat dada Ji Kyung sedikit merasakan desiran aneh, bahkan gadis itu tidak mampu mengalihkan pandangannya.

“Gwaenchana Ji Kyung~ah.” Ji Kyung tersenyum manis.

“Kau pasti lelah hari ini. Kau harus menyisihkan jadwal super padatmu untuk menjemputku yang seharusnya pekerjaan itu tuan Cho Cho yang mengerjakannya.”

“Sudahlah, aku tidak apa-apa. Aku tidak merasakan lelah sedikitpun, bahkan aku senang hari ini. Cha masuk dan istirahatlah.” Pria yang terkenal dengan suara tingginya itu tersenyum manis kemudian membawa tubuh Ji Kyung kedalam pelukkan singkat.

“Nde. Gomawo.” Changmin kembali tersenyum seraya mengangguk kemudian pergi dari tempat itu setelah Ji Kyung masuk kedalam apartementnya.

Ji Kyung mengganti sepatunya dengan sandal rumah kemudian menaruh beberapa koper diruang tengah kemudian samar-samar mencium aroma masakkan dari dapur. Gadis itu melepas mantel coklatnya dan menaruhnya disofa lantas berjalan mendekat kearah dapur dan mendapati seorang wanita paruh baya sedang berkutat dengan masakkan disana.

“Imo?” wanita paruh baya yang terlihat masih cantik itu menghentikan gerakkan mengaduknya kemudian menoleh kebelakang dengan tersenyum senang.

“Ji Kyung~ah…” panggil wanita itu seraya berjalan mendekat kearah Ji Kyung kemudian segera memeluk gadis itu.

“Kau baru sampai?” wanita yang dipanggil Imo oleh Ji Kyung tadi melepas pelukkannya kemudian membimbing Ji Kyung duduk dikursi yang mengelilingi meja makan ditempat itu.

“Nde. Imo,” jawab singkat Ji Kyung seraya menampilkan senyum manisnya.

“Ahh kau pasti lapar. Tunggu sebentar, Imo memasak masakan kesukaanmu.” Ji Kyung hanya tersenyum.

Beberapa menit kemudian, masakkan sudah tertata rapi dimeja dan kini Ji Kyung dan juga Ny. Cho- nama wanita paruh baya itu tengah menikmati setiap masakkan.

“Makan yang banyak Ji Kyung~ah.”

“Imo tidak makan?” tanya Ji Kyung yang melihat makanan Ny. Cho masih utuh tidak tersentuh sedikitpun.

“Anniya. Imo sudah makan tadi.”

“Apa Kyuhyun tadi menjemputmu?” Ji Kyung menggeleng kemudian memasukkan telur gulung kedalam mulutnya.

“Changmin yang menjemputku, Imo.” Ny. Cho mengerutkan dahinya.

“Changmin?”

“Nde. Kyuhyun menyuruh Changmin untuk menjemputku tadi.”

“Dasar anak itu. Cha, teruskan makanmu dan istirahatlah. Kita lanjutkan besok saja.”

“Nde, Imo.

Kini Ji Kyung sudah siap dengan pakaian tidurnya, kemeja hitam bergaris merah tua yang sedikit kebeasaran ditubuhnya dan celana longgar pasangan kemejanya. Gadis itu menaruh ponselnya dinakas samping ranjang kemudian merebahkan tubuhnya dan menarik selimut tebal batas dadanya.

Ji Kyung tidak langsung menutup matanya untuk tidur, namun menatap langit-langit kamar serba putih dan biru itu yang dilakukannya. Mengingat kejadian beberapa jam yang lalu saat ia pertama kali menginjakkan kaki di Seoul.

Cho Ji Kyung, gadis dengan keberuntungannya lahir ditengah-tengah keluarga besar Cho. Bagaimana tidak beruntung, Cho Jae Kyung ayahnya, ia adalah adik dari ayah seorang pria tampan yang dikagumi banyak gadis-gadis diluar sana, dia adalah Cho Kyuhyun. Seorang penyanyi dan member dari boy grup Super Junior.

Gadis beruntung dengan berbagai kemampuan itu tak lantas menyombongkan dirinya dapat mengenal beberapa artis satu management dengan sepupunya itu dimuka publik. Ji Kyung juga merasa gadis biasa, mengenal dan lahir sebagai sepupu Cho Kyuhyun saja membuatnya sedikit kesusahan dan tak urung ia menyembunyikan identitasnya sebagai saudara Cho Kyuhyun.

Pergi melanjutkan pendidikan ke Jepang adalah keputusan terbaik yang pernah diambilnya. Suatu keadaan masa sekolah menengah pertama dan atas yang membuatnya tawaran beasiswa ke Jepang diambilnya.

Dan keputusan untuk merahasiakan identitasnya, ia ambil mulai keberangkatannya ke Jepang sampai saat ini. Itu cukup membuatnya hidup dengan aman dan nyaman.

Memandang disisi lain, kehidupan yang selalu disangkut pautkan dengan seorang Cho Kyuhyun pun yang mulanya membuatnya merasa tertekan, namun juga membuatnya sedikit bersorak senang. Ia bisa mengenal ‘lebih dekat’ dengan artis idolanya tanpa perlu bersusah payah bertemu, cukup mengandalkan Cho Kyuhyun.

Sedikit buruk sih, tapi inilah hidupnya. Hidup ditengah-tengah keluarga entertainment.

Dan itulah yang membawanya mengenal seorang Shim Changmin, penyanyi dan juga member dari grup TVXQ! dan satu management dengan Kyuhyun. Sudah 3 tahun ia mengenalnya, sebelum ia pergi ke Jepang dan sampai saat ini.

Umur yang tidak terlalu jauh jaraknya, 2 tahun dibawahnya membuat Ji Kyung dan Changmin cepat mengenal akrab.

Dalam benak kenapa Shim Changmin? Bukan Choi Siwon “Super Junior” atau Choi Minho “SHINee”, bahkan member-member yang lainnya? Entahlah, bahkan seorang Choi Siwon, visual dari Super Junior dan juga Choi Minho visual SHINee tidak membuatnya sedikit tertarik untuk mengenal lebih jauh.

Ji Kyung memang menyukai dua visual dari grup masing-masing itu dan juga menyukai semua member-member lainnya, tetapi berbeda dengan Shim Changmin.

Berawal dari saat ia tidak sengaja mendengarkan suara Changmin dari ponsel temannya, Ji Kyung langsung terpana dengan suara khas dari Shim Changmin. Sejak itulah ia berusaha mati-matian membujuk Kyuhyun untuk mengenalkannya dengan Changmin, hingga ia harus rela selama 1 minggu ponselnya berisi semua suara Kyuhyun.

Menyebalkan memang, tetapi usahanya tidak berujung sia-sia. Terbukti sudah 3 tahun ia mengenal dekat dengan Changmin, magnae dari member grup TVXQ! yang juga terkenal dengan suara tingginya itu.

Ji Kyung tersenyum sendiri mengingat beberapa moment-moment menyenangkan selama 3 tahun menganal Shim Changmin. Walaupun ia di Jepang, Ji Kyung tidak pernah sedikitpun melupakan Changmin yang mulai sibuk dengan kegiatan menyanyinya. Tak jarang mereka menghubungi satu sama lain, sekedar memberi kabar atau hanya saling mendengar suara masing-masing.

Dan tawaran Kyuhyun yang tidak bisa menjemputnya dan Changmin yang menggantikannya, Ji Kyung tanpa ragu-ragu langsung menyetujuinya.

“Shim Changmin…” gumamnya yang kemudian mengeratkan selimut tebalnya untuk bersiap tidur dan tidak lupa boneka beruang berukuran sedang disampingnya.

***OO***

Matahari mulai menampakkan sinar terangnya, kicauan burung saling berlomba mengeluarkan kicauan-kicauan merdunya hingga membuat seorang gadis yang tertidur diranjang kini mulai bergerak gelisah dan mengerjapkan mata berkali-kali.

Bunyi nyaring alarm dari ponselnya membuat Ji Kyung mulai membuka matanya yang masih terasa kantuk, “Oh, jam berapa ini?” gumamnya seraya meraih ponselnya dan mematikan alarm.

“Jam 7,” gadis itu menyibakkan selimut tebalnya kemudian duduk dipinggiran ranjang dengan sedikit menguap dan meregangkan tangannya keatas.

“Kau sudah bangun?” suara berat seorang pria terdengar mengusik indra pendengarannya dan membuatnya memicingkan mata melihat pemilik suara berat itu.

“Kau?” seorang pria bertubuh tinggi berbalutkan kemeja kotak-kotak dilapisi sweeter rajut berwarna abu-abu dan dilapisi lagi mantel hitam yang membuat tubuh jangkungnya semakin terlihat dan dipadukan celana jeans berwarna senada, berjalan kearah Ji Kyung dengan kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana.

kyuhyun-super-junior

“Cho Cho? Bagaimana kau bisa ada disini? Dan… Kenapa kau masuk kekamar gadis sembarangan, hah?” Ji Kyung bangkit dari duduknya. Kyuhyun hanya tersenyum simpul mendengarnya.

“Kau tidak tahu seorang Cho Kyuhyun?” pria itu duduk dibangku kecil dekat nakas dengan santainya.

“Mwo?”

Setelah mendapatkan ‘kejutan’ yang tidak diharapkan, kedatangan Cho Kyuhyun. Kini Ji Kyung benar-benar tekejut melihat siapa yang datang bersama Kyuhyun, bukan tak lain Changmin dan kini mereka duduk bersama menikmati sarapan pagi yang sudah dihidangkan oleh Ny. Cho, ibu Kyuhyun.

“Changmin~ah, bagaimana kau bisa…” Changmin tersenyum kemudian mengecak gemas kepala Ji Kyung dan mendapat decakkan dari Kyuhyun serta senyuman dari Ny. Cho.

Pipi putih gadis itu kini merona kemerahan, “Tadi aku bertemu Kyuhyun diloby gedung SM setelah pagi-pagi tadi harus bertemu dengan manager hyung dan Kyuhyun mengajakku kesini.” Sahut Changmin.

“Jinjja?”

“Nde.”

“Arraseo,” Ji Kyung maupun Changmin melanjutkan sarapan paginya.

“Ji Kyung~ah, apa kau sudah memberi tahu appa dan eommamu kalau kau ke Korea?” tanya Ny. Cho disela-sela makan mereka. Ji Kyung menghentikan gerakkannya sejenak kemudian menggeleng.

“Belum, Imo.” Jawabnya di iringi senyum manis dibibirnya.

“Setelah ini kau harus memberitahunya.”

“Arraseo, Imo.”

Ji Kyung sempat terlupa dengan hal itu jika Ny. Cho tidak mengingatkannya memberi tahu kedua orang tuanya tentang kedatangannya ke Korea. Kedua orang tua Ji Kyung saat ini tidak berada di Korea, mereka kini berada di Cina untuk mengurus pekerjaan perusahaan mereka yang berada di Cina.

***OO***

“Apa rencanamu hari ini, Ji Kyung~ah?” tanya Changmin yang kini duduk bersama diruang tengah seusai sarapan tadi.

Gadis itu terlihat memikirkan sesuatu, “Kalau tidak ada, bagaimana kalau kau ikut aku menonton drama musicalnya Kyuhyun nanti?” Ji Kyung menoleh kearah Changmin kemudian mengerutkan dahinya.

“Drama musical? Cho Cho?” kini Ji Kyung menatap Kyuhyun dan mendapat cengiran khas dari pria itu.

“Apa kau tidak tahu Ji Kyung~ah, jika Kyuhyun saat ini bermain drama musical dengan Seohyun?” kini mata sipit gadis itu melebar mendengar siapa partner Kyuhyun bermain didrama musical.

“SEOHYUN? Seohyun Girl’s~~” pekik Ji Kyung.

“Nde.”

“Whhoooaaaa… tuan Cho Cho,”

“Wae w-waegyo?” kini Kyuhyun berjalan mendekat kearah Changmin dan Ji Kyung diruang tengah.

“Changmin~ah. Drama musical apa yang diperankan Kyuhyun dengan Seohyun?”

“The Moon that Embracess the Sun. Tapi ini versi drama musical.” Jelas Changmin

“Mwo?”

“Bagaimana? Kau mau menontonnya?” Ji Kyung terlihat menyipitkan matanya dengan menatap tajam kearah Kyuhyun.

“Perlu dicoba.” Changmin tersenyum manis, sedangkan Kyuhyun hanya berdecak.

“Baiklah. Nanti aku akan menjemputmu.”

“Arraseo.”

“Dan jangan lupa bawa camera canggihmu itu Ji Kyung~ah. Kau harus banyak mengambil fotoku nanti. Kau harus menyimpan foto dari aktor musical sepertiku dan tidak hanya menyimpan foto~~~” sahut Kyuhyun dan diakhir kata pria itu sekilas melirik kearah Changmin yang sedikit kebingungan dengan ucapan Kyuhyun.

Ji Kyung mendelik kesal, “Hey! Yak~~” potong Ji Kyung sebelum mulut manis Kyuhyun membongkar semua rahasianya lebih banyak lagi dan Kyuhyun pun hanya terkekeh geli.

***OO***

Setelah puas melihat drama musical Kyuhyun bersama Changmin dan juga beberapa artis management lainnya kini Ji Kyung dan juga Changmin berada disebuah cafe yang tidak terlalu jauh gedung drama musical tadi. Mereka menikmati segelas hot cappucino untuk Ji Kyung dan segelas moccacino untuk Changmin.

Keadaan yang tidak terlalu ramai di cafe itu dan hanya terlihat satu sampai dua orang saja yang berada disana, membuat Changmin tidak perlu repot-repot memakai pakaian penyamarannya. Ia hanya menyamar jika pergi saat suasana yang terlalu ramai dan banyak orang mengenalinya.

“Minumlah dulu Ji Kyung~ah,” perintah Changmin melihat hot cappucino yang sejak tadi tidak disentuh Ji Kyung dan gadis itu hanya mengamati ponselnya sejak tadi.

“Nde.” Ji Kyung meletakkan ponselnya kemudian mulai menyesap minumannya.

“Ssshhh aku tidak menyangka kalau Cho Cho bisa bermain drama musical…” Changmin hanya tersenyum.

“Lihatlah Changmin~ah… Dia sangat lucu berpakaian seperti ini,” Ji Kyung menunjukkan foto dari ponselnya yang menampilkan foto Kyuhyun dengan berpakaian seorang raja dan didalam foto itu ada beberapa artis satu management yang juga ikut menonton.

1012088_700160670035868_324602888_n

Luhan-Xiumin-Suho ‘EXO’, Sungmin ‘Super Junior’, dan juga Changmin. Mereka berfoto setelah acara drama musical Kyuhyun selesai.

Changmin tersenyum manis kemudian mengambil ponsel Ji Kyung, “Dia terlihat lebih tua, Ji Kyung~ah,” dan mereka tertawa bersama.

“Ji Kyung~ah…”

“Nde?” Changmin terlihat memegang tengkuknya dan menatap ragu gadis itu.

“Waegyo, Changmin~ah?”

“Anniyo, hanya…”

“Hhmmm..” sebelum Changmin membuka ucapannya, getaran ponsel dari pria itu menghentikan gerakkannya.

“Yeoboseo? Hyung?” Changmin terlihat melirik sekilas ke arah Ji Kyung kemudian menunduk.

“………”

“Nde, arraseo.” Plip, Changmin menutup panggilan kemudian memasukkan kembali ponselnya kedalam saku mantel.

“Nuguseyo?” tanya Ji Kyung.

“Yunho hyung, dia ingin bertemu denganku.” Gadis itu tersenyum kemudian mengangguk.

“Kajja kita pulang. Yunho oppa pasti sudah menunggumu,” Ji Kyung beranjak dari duduknya kemudian menggandeng tangan Changmin dan mereka pergi dari tempai itu.

Beberapa menit kemudian, Ji Kyung sampai di depan apartementnya, “Cha pulanglah,” ucap gadis itu yang melihat Changmin masih berdiri didepannya.

“Pulanglah. Yunho oppa pasti sudah menun~~~” gadis itu menghentikan ucapnnya saat Changmin membawa tubuhnya kedalam pelukkan.

“Changmin~ah..”

“Untuk beberapa menit diamlah,” gumam pria itu dan langsung disetujui Ji Kyung yang diam dan membalas pelukkan Changmin.

Nyaman yang dirasakan Ji Kyung saat pria yang selalu membuat hatinya merasa tenang saat berada  disampingnya itu selalu memeluknya seperti ini.

“Ji Kyung~ah,”

“Hhmmm…”

“Saranghae…”

Seperti mendapat jackpot dengan berjutaan hadiah saat satu kata lolos dari mulut pria berparas tampan itu. Ji Kyung merasakan ledakan kecil yang meletup-letup dihatinya, ia tidak membayangkan sebelumnya. Seorang Shim Changmin mengucapkan kata yang amat sangat ‘keramat’ padanya.

Tubuh Ji Kyung sedikit kaku dalam pelukkan, matanya sedikit terbuka lebar dan mulut sedikit terbuka. Ya, gadis itu sangat terkejut sekarang.

“Ji Kyung~ah…” Changmin melepaskan pelukkannya kemudian menatap lekat wajah Ji Kyung. Gadis itu berulangkali mengerjapkan matanya.

“Changmin~ah.. K-kau~~” Changmin tersenyum manis.

“Nde. Aku menyukaimu Ji Kyung~ah. Cukup 3 tahun aku menyimpan perasaanku.”

“B-bagaimana bisa kau~~”

“Aku menyukaimu saat pertama kali aku bertemu denganmu. Saat Kyuhyun mengenalkanmu padaku. Kau tersenyum manis didepanku dan tepat saat itu, aku merasakan letupan kecil didadaku. Aku yakin dan sangat yakin jika aku saat itu juga mulai menyukaimu, Cho Ji Kyung.”

“C-changmin~ah~~”

“Arraseo. Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. 2 hari, ya 2 hari lagi kau bisa menjawabnya.”

“Tapi…” Changmin kembali menyunggingkan senyumnya kemudian mencium kening gadis itu cukup lama.

“Cha, masuklah. Aku pergi..”

Ji Kyung masih berdiri ditempatnya, menatap punggung Changmin yang semakin menjauh dan tidak terlihat lagi.

Ji Kyung tidak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini. Mimpi apa semalam, ia tidak pernah membayangkan hal menurutnya mustahil itu. Hal yang sangat mustahil, seorang pria tampan yang selama ini diam-diam ia juga menyukainya itu mengatakan perasaan padanya.

Ia memasukki apartement dan langsung masuk kedalam kamarnya tanpa mengidahkan panggilan Ny. Cho yang memanggilnya.

Ji Kyung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan berpikir sejenak kemudian tanpa disadari kedua sudut bibirnya membuat lengkungan senyum diwajahnya. Ia menangkupkan kedua tangannya kemudian menutup wajah.

Gadis itu semakin melebarkan senyumnya dan menggerakkan kecil kakinya, “Apa aku mimpi sekarang?” Ji Kyung mencubit-cubit lengannya, “Auhhh appo..” ia tidak mimpi. Ini benar, benar Changmin mengungkapkan perasaan padanya.

“Aaaaaaa~~~” teriak Ji Kyung senang dan kini terlihat melonjak-lonjak diatas ranjang empuknya.

“Tapi tunggu? 2 hari lagi? Kenapa 2 hari lagi?” Ji Kyung merasa sedikit mengganjal dengan 2 hari yang diberikan Changmin untuk menjawab perasaannya.

Gadis itu berpikir sejenak, lantas meraih ponselnya dan melihat kalender, “2 hari dari sekarang…” gumamnya.

18 Febuari, “MWO?”

***OO***

Terlihat Ny. Cho mengerutkan dahinya melihat Ji Kyung sejak pagi tadi mondar-mandir diruang tengah seraya memaikan ponsel putihnya. Gadis itu bahkan lupa untuk membersihkan tubuhnya, lingkaran hitam sedikit terlihat dari wajah cantiknya.

Ji Kyung memang tidak tidur semalaman tadi, gadis itu terus berpikir apa yang akan dilakukannya setelah mengingat sesuatu saat melihat kalender tanggal 18 Febuari tinggal didepan mata dan ditambah lagi 1 hari yang lalu ia mendapat pesan dari temannya di Jepang kalau ia harus segera pulang ke Jepang. Tiba-tiba saja dosen pembimbing tugas akhirnya memintanya untuk mengadakan kuliah khusus untuknya. Bahkan baru saja menginjakkan kaki di Korea ia harus kembali ke Jepang lagi. Apa tidak bisa ditunda? Batinnya.

Sebuah keadaan yang sangat membuat Ji Kyung kelimpungan saat ini, “Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?” gumamnya sendiri.

“Ji Kyung~ah..” panggil Ny. Cho mengintrupsi gerakkannya.

“Nde, Imo?”

“Apa terjadi sesuatu? Sejak tadi pagi kau mondar-mandir tidak jelas?” Ji Kyung tersenyum simpul kemudian berjalan mendekat kearah Ny. Cho yang selama ia berada di Korea menjadi penjaga untuknya. Pengganti ibunya yang tidak ada disini.

“Ceritakan pada Imo. Apa masalahnya, hmm?” Ny. Cho membelai sayang rambut tergerai Ji Kyung yang terlihat sedikit kusut, “Apa masalahnya terlalu berat hingga kau terlihat seperti beruang panda seperti ini?” dan lagi Ji Kyung hanya tersenyum simpul.

“Anniyo Imo,”

“Benark~~”

“Ahhh tunggu Imo. Kyuhyun~~” Ji Kyung mengambil ponselnya diatas meja kemudian tangan lincahnya menekan beberapa tombol kemudian menempelkan ditelinga.

Ji Kyung mengigit bibir bawahnya dan sesekali tersenyum kearah Ny. Cho disampingnya, “Ahhh Cho Cho kenapa tidak mengangkat panggilanku.” Kesal Ji Kyung yang tidak kunjung mendapat jawaban dari Kyuhyun.

“Temui saja,”

“Nde? Arra..”

***OO***

Ji Kyung beberapa kali menekan tombol pintu sebuah apetement dan tidak kunjung ada yang membukakan pintu. Ia sedikit merasa kesal dan ingin mengetuk pintu dengan keras namun gerakkannya terhenti saat pintu terbuka dan menampilkan seorang pria tampan.

“Siwon oppa, annyeong?”

“Oh Ji Kyung, annyeong…” Ji Kyung tersenyum manis.

“Apa Kyuhyun ada didalam?” pria bertubuh atletis itu tersenyum kemudian mengangguk dan segera menyuruh Ji Kyung masuk.

“Duduklah sebentar, Kyuhyun sedang mandi.” Ucap Siwon singkat dan berjalan menuju kedapur.

“Nde, arraseo.”

“Oh Ji Kyung…” panggil serentak beberapa pria yang tengah berjalan keluar dari dapur dan menghampiri gadis itu.

“Annyeong oppadeul,” Ji Kyung berdiri, membungkukkan badannya dan tersenyum.

“Kau mencari Kyuhyun?” tanya seorang pria yang terkenal dengan kecantikkannya- Heechul. Ji Kyung tersenyum dan mengangguk.

“Nde, tunggulah sebentar.” Heechul duduk disamping Ji Kyung dan menyalakan televisi.

“Kau ingin minum apa Ji Kyung~ah?” tanya Siwon dari arah dapur.

“Anniyo. Tidak usah oppa,”

“Jinjja?”

“Nde, gomawo.”

“Baiklah. Jika kau haus ambilah sendiri saja.”

“Arraseo.”

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun selesai dengan kegiatan mandinya dan kini duduk disamping Ji Kyung dengan benda kotak ditangannya.

“Ada apa mencariku, Nona Cho?” Ji Kyung berdecak.

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu Cho Cho,”

“Sudah aku duga, katakan apa yang ingin kau tanyakan padaku.” Gadis itu menghela nafas panjang.

“Besok. 18 Febuari…”

“Ada apa dengan 18 Febuari? Katakan yang jelas Nona Cho,” timpal Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan dari PSP nya.

“Yak! Jangan memotong pembicaraanku~~”

“Arra,”

“18 Febuari… Apa besok benar hari ulang tahun Changmin, Kyuhyun~ah?” ucap Ji Kyung lirih. Ia terlihat ragu-ragu mengatakannya dan membuat Kyuhyun menghentikan aktivitasnya.

“Mwo? Kau tidak ingat Nona Cho?”

“Makanya aku bertanya padamu tuan Cho. Benarkah besok ulang tahun Changmin?” Kyuhyun mendelik dan menggelengkan kepalanya.

“Gadis macam apa kau ini. Hari ulang tahun pria yang disukai saja kau melupakannya. Tsk!”

“Ahhhhh… paboya!” gumam Ji Kyung melemah dan di iringi hembusan nafas berat.

“Besok aku dan yang lainnya akan mengadakan pesta kejutan untuknya. Kau ingin ikut?” Ji Kyung membelalakkan matanya.

“Pesta kejutan?” pekik gadis itu dan mendapat sentilan kecil dikeningnya.

“Yak! Aish, pelankan suaramu~”

“Ahhh ini masalah yang sangat besar, Kyuhyun~ah…” lirih gadis itu yang kembali teringat kalau tepat hari ulang tahun Changmin ia harus kembali ke Jepang. Mau tidak mau.

“Apa yang masalah? Kau tinggal datang, apa masalahnya.” Kyuhyun kembali memainkan PSP nya.

“Besok aku harus kembali ke Jepang. Ada tambahan kuliah khusus untuk tugas akhirku, Kyuhyun~ah.”

Ji Kyung mengacak rambutnya frustasi, “Ahhhh apa yang harus aku lakukan Kyuhyun~ah?”

“Aish, itu masalahmu.”

“Yak! Kau tidak kasihan denganku…”

“Itu masalahmu, kenapa aku yang harus kasihan.”

“HEY! YAK!”

***OO***

Jalanan kota Seoul tidak terlalu ramai saat ini. Beberapa pejalan kaki hanya terlihat satu sampai dua orang saja. Ji Kyung berjalan dengan lesu sepulangnya dari apartement Kyuhyun, bukannya memberi solusi untuknya dan hanya memperumit keadaan saja. Ia salah bertemu orang saat ini. Menemui Kyuhyun tidak memberi jalan keluar yang tepat.

Gadis itu menghela nafas berulang kali, wajahnya terlihat kusut, “Apa yang harus aku lakukan? Pesta kejutan?” lirihnya lemah.

“Akhhhh… Pesta kejutan, yak! PESTA KEJUTAN!” pekik Ji Kyung yang tiba-tiba saja menemukan jalan keluar apa yang harus dilakukannya dan membuat orang-orang disekelilingnya melihat bingung kearahnya akibat pekikkan kerasnya.

Gadis itu sesaat menyadari lirik-lirikkan tajam kearahnya, lantas tersenyum kikuk dan membungkukkan badan meminta maaf, “Mian, mianhae…”

“Yeah. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Kau sangat pintar Cho Ji Kyung! Yeah..” senyum merekah diwajah cantik gadis itu kemudian melanjutkan jalannya dengan lompatan-lompatan kecil.

Ji Kyung tiba disebuah toko roti yang terletak tidak jauh dari apartementnya. Ia memilih-milih tart ulang tahun yang menurutnya pas untuk Changmin. Ya. Ia akan memberikan kejutan kecil malam ini, bukan besok. Tidak mungkin ia melakukannya besok, tepat hari ulang tahun Changmin. Keadaan yang mengharuskannya melakukannya hari ini, apa boleh buat.

“Ahjumma aku ambil yang ini,” setelah beberapa menit memilih, ia memutuskan membeli kue tart coklat berbentuk lucu yang tidak terlalu besar.

Ji Kyung berjalan keluar dari toko itu yang sebelumnya membayar kue itu terlebih dahulu kemudian dalam perjalanan pulangnya ia terlihat mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang disana.

Kini hari telah menjelang malam. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Ji Kyung telah siap dengan pesta kejutannya, tinggal pegi ketempat yang telah ditentukannya untuk memberi kejutan.

Gadis itu melihat ponselnya kemudian meraihnya dan menghubungi seseorang disana, “Yeoboseo, Yunho oppa?”

“Nde, Ji Kyung~ah. Kau bisa datang sekarang.”

Ji Kyung tersenyum manis, “Arraseo.”

Ji Kyung tiba diapartement yang ditinggali Yunho dan juga Changmin. Ia mulai mempersiapkan kejutannya dan dibantu Yunho. Ya, diapartement inilah ia akan memberi kejutannya untuk Changmin dan dengan persetujuan Yunho sebelumnya.

Yunho langsung menyetujui rencana Ji Kyung ini yang sebelumnya ia tahu hubungan antara gadis ini dengan pasangan digrupnya itu. Cukup paham setelah Ji Kyung menjelaskan niatnya memberi kejutan malam ini.

“Cha, selesai. Kau tunggu disini menyelesaikan sisanya dan aku akan mengurus Changmin.”

“Nde, oppa. Gomawo.” Yunho tersenyum seraya mengacak pelan puncak kepala Ji Kyung.

“Aku pergi.”

Ji Kyung sudah siap dengan kue tart coklat berbentuk boneka dengan lilin bertuliskan ‘BIRTHDAY’ diatasnya dan sepasan topi ulang tahun. Ya, cukup sederhana mengingat waktu untuk mempersiapkan semua tidak cukup banyak. Dan menggunakan kaos abu-abu lengan panjang dan rambut yang tergerai dengan polesan make up tipis, cukup membuat Ji Kyung terlihat cantik.

293987_166091773477322_1107411625_n

***OO***

Dan kini pesta kejutan yang diberikan Ji Kyung untuk Changmin berhasil membuat pria itu terharu melihatnya. 1 jam berlalu setelah acara pesta kecil yang diberikan Ji Kyung dan kini mereka duduk bersebelahan.

“Gomawo…” lirih Changmin.

Ji Kyung tersenyum manis kemudian meraih tangan  pria itu dan menggenggamnya, “Changmin~ah..”

“Nde, Ji Kyung~ah..”

“Bis..bisakah dua hari itu aku majukan sekarang?” gumam Ji Kyung. Gadis itu ragu mengatakannya, ia sudah mempersiapkan ini semua terutama tentang 2 hari itu.

“Mwo?”

“2 hari itu, aku..”

“Arraseo.” Kini Changmin menatap penuh Ji Kyung dan giliran pria itu yang menggenggam kedua tangan Ji Kyung, “Besok.. besok kau akan kembali ke Jepang bukan?” seketika tubuh gadis itu menegang dan matanya membulat penuh.

“B-bagaimana bisa kau..” Changmin tersinyum manis.

Hening. Hening sesaat. Mereka kini hanya saling menatap satu sama lain.

“Ak-aku akan menjawabnya sekarang dan… dan aku… aku juga menyukaimu Changmin~ah..” Changmin  terkejut mendengarnya, ia sedikit terperangah melihat wajah Ji Kyung dan sesaat kemudian tersenyum manis dan memeluk tubuh Ji Kyung. Memeluknya hangat.

***OO***

Keramaian terlihat sangat jelas dibandara Incheon pagi ini. Terlihat beberapa orang berjalan berlawanan arah dipintu keberangkatan bandara itu dan terlihat seorang gadis berambut kecoklatan yang tergerai dan kemeja putih dipadukan mantel coklat berdiri bergandengan dengan seorang pria tampan yang lengkap dengan pakaian penyamarannya.

“Hhufftthhh…” helaan nafas terdengar dari mulut gadis itu. Belum puas menikmati kota Seoul, ia harus kembali ke Jepang dan ditambah lagi kebersamaannya dengan seseorang yang kini berubah statusnya menjadi kekasihnya itu belum terpenuhi.

Changmin hanya tersenyum, pria itu tahu jika gadis disampingnya ini belum ingin kembali ke Jepang, “Gwaenchana. Selesaikan pendidikanmu setelah itu kau bisa sepuasnya berkeliling Seoul.” Pria itu mendekap gadis yang kini menjadi kekasihnya itu kedalam pelukkannya.

“Arraseo.”

“Cha, masuklah. Sebentar lagi pesawatmu akan berangkat.”

Ji Kyung mengerucutkan bibirnya dan dengan malas melepaskan pelukkannya, “Arra.” Changmin terkekeh geli melihat tingkah sedikit kekanak-kanakkan kekasihnya itu kemudian mengacak pelan puncak kepala gadis itu.

“Saranghae..” gumam pria itu setelah mengecup singkat kening Ji Kyung yang mendapat senyuman manis dari gadis itu.

“Nado saranghae…”

“Aku pergi. Ingat jangan pernah melirik gadis lain, arraseo!” Changmin tersenyum seraya mengangguk.

“Tidak janji.” Godanya membuat Ji Kyung mendelik.

“Hey! Yak! Coba saja kalau kau berani.. aku yakin gadis yang kau~~” kecupan singkat membuat Ji Kyung mangatupkan bibirnya dan membuat semburat merah dipipi putihnya.

“Arraseo. Cha, masuklah.” Ji Kyung tersenyum manis dan kembali memeluk Changmin singkat kemudian berjalan meninggalkan pria itu sendirian dan melambaikan tangannya.

Pertemuan dan sedikit perpisahan yang sangat manis. Shim Changmin – Cho Ji Kyung. Sepasang kekasih yang ditemukan 3 tahun silam dengan cara yang sangat mengesankan dan saat itu juga pria yang sangat terkenal diantara penggemar gadis-gadis diluar sana, menyukai seorang gadis dengan senyum manis yang selalu ditujukan untuknya.

Cinta pada pandangan pertama itulah yang dirasakan Shim Changmin untuk Cho Ji Kyung, gadis yang terlihat cantik dan dewasa diluarnya tetapi sangat manis nan kekanak-kanakkan didalamnya. Suatu hal yang sangat disukai Changmin dari Cho Ji Kyung. Gadis sederhana yang berbeda dari gadis-gadis yang pernah ditemuinya.

‘Tetaplah menjadi gadis sederhana nan manis untukku, Cho Ji Kyung. Aku akan menunggunya untuk itu.’ gumam Changmin saat melihat pesawat yang ditumpangi Ji Kyung melesat pergi untuk beberapa waktu dan mengunci hatinya.

Changmin melepas mantelnya kemudian duduk ditempat tunggu khusus yang membuat ia berani membuka pakaian penyamarannya tanpa satu pun tahu siapa dia. Pria itu menghela nafas kemudian mengeluarkan ponselnya dan memandang sebuah foto yang menjadi wallpaper ponselnya.

“Gadis manis. Cho Ji Kyung…” gumamnya.

FIN

*jeddaarrrrr nyumet petasan ^^ hhahahahahha bagaimana ?? jujur aku gak yakin ini bisa dibilang fanfict kkkk XD ini fanfict rekorku dengan terpanjang … fanfict nya mungkin gak sesuai permintaan mu mbak, ak agak sulit masukkin ke- evilan duo makhluk itu dan al hasil ini lah fanfict, padahal ak sudah baca” fanfict duo magnae itu tp tetp agak kesulitan masukkin ke- evilan mereka, XD ini moment nya ak ambil pas waktu bang min ulang tahun kemarin, sebenarnya udah jadi kemarin malem tp yahhhh perlu pertimbangan lagi saya edit-edit ^^

oohhhh ya disini ak masukkin abang Donghae sama nama ku sekilas 😀 dan Saengil Chukhae buat abang min, panjang umur dan tambah tamvan aja >.

udahlahhhh, sekian aja.. Hope You Like It, mbakkk *bow

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: