FF “Still You…”

19 Feb

COVER 20

Cast     : Lee Donghae 

              Song Eun Ki

              Park Jung Soo

Genre   : Sad Romance

Rating  : G , AU!

Disclaimer : Fanfict oryginal my work and my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

 Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

Let’s Reading —>

Hujan semakin deras mengguyur kota Seoul saat ini. Deru angin menggoyangkan pepohonan yang semakin terlihat menakutkan ditambah kilatan petir menyambar disetiap sudut kota. Jalanan yang setiap harinya ramai, kali ini terlihat senggang dan hanya satu sampai dua mobil yang melintas.

Derap langkah kaki beralaskan flat shoes berwarna merah tua dan berlindung dibawah payung ungu terlihat menuju sebuah toko roti yang tidak terlalu besar dan beberapa pengunjung terlihat didalamnya.

Bunyi bel dari pintu terbuka menandakan gadis pemilik payung ungu tadi memasukki toko roti itu.

Blackforest dengan secangkir hot tea menemaninya seraya menunggu seseorang yang akan ditemuinya ditempat ini. Hembusan nafas yang diiringi kebulan uap dari mulut gadis itu menandakan semakin dinginnya cuaca kali ini.

Gadis bernama Song Eun Ki itu, terlihat mengusap kedua tangannya berkali-kali kemudian menangkupkan diwajahnya sendiri.

“Hhhhh…” berulang kali Eun Ki menghembuskan nafasnya.

“Sudah lama menunggu?” tanya seseorang tiba-tiba yang membuatnya sedikit terkejut kemudian tersenyum manis.

“Anniyo oppa,” seorang pria berparas tampan duduk didepan gadis itu.

“Kau mau pesan apa oppa?”

Pria itu tersenyum kemudian menggeleng, “Aku sudah memesan tadi.” Eun Ki mengangguk kemudian tersenyum.

“Bagaimana keadaanmu Eun Ki~ya?”

“Baik-baik saja oppa. Bagaimana denganmu, aku dengar beberapa hari yang lalu, oppa sakit?” pria itu tersenyum dan sesaat kemudian seorang pelayan datang mengantarkan pesanan.

“Gomawo.” Ucap pria itu.

“Jinjja?”

“Jangan khawatir.” Eun Ki mengangguk kemudian menyruput sedikit hot tea nya namun sesaat kemudian gerakkannya terhenti saat pertanyaan dari pria yang dianggapnya kakak sendiri itu membuatnya sedikit teringat kejadian 2 hari yang lalu.

“Apa Donghae masih marah?” Eun Ki mendongakkan kepalanya lemas kemudian tersenyum simpul.

“Mollaseo oppa…”

**oOo**

“Kajima oppa. Dengarkan aku~” Donghae membalikkan badannya kemudian menghela nafas.

“Apa yang akan kau katakan sekarang? Bukankah ini sudah jelas Eun Ki~ya?” sahut pria itu dengan sedikit nafas yang memburu. Gelimangan air mata sudah membasahi wajah cantik Eun Ki dan juga kecemasan terlihat disana.

“Bukan itu maksudku~”

“Bukan itu? Bukan apa? Ini sudah jelas… Kau membohongiku dan pergi dengan Jung Soo hyung. Apa itu kurang jelas!” Donghae melepas pelan tangan Eun Ki yang mencengkram erat pergelangan tangan kanannya dan kemudian pergi dari apartement gadis itu.

“Bukan itu oppa. Kajima, kajima oppa!” isakkan keluar dari mulut gadis itu sesaat tubuh kekasihnya itu pergi.

“Oppa kajima.. kajima..” Eun Ki meremas kuat baju bagian dadanya hingga kini terlihat kusut dibuatnya.

“Kau salah paham oppa~ hiks,” perlahan tubuh gadis itu melemah yang kemudian tertunduk dilantai dan deraian air mata yang masih membasahi wajah cantiknya.

Sakit, sedih, takut, cemas dan berbagai perasaan bercampur aduk dihatinya saat ini. Perasaan itu muncul saat kekasihnya salah paham dengan apa yang dilihatnya. Berulang kali ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tapi sia-sia saja. Donghae tidak mau mendengar penjelasannya.

Saat itu ia memang pergi dengan pria itu, tapi ia tidak bermaksud membohongi kekasihnya. Tidak sedikit pun niatan ia untuk membohongi Donghae.

“Kau salah paham oppa… Maafkan aku..”

**OoO**

Berulang kali Donghae menghela nafasnya, mencoba meredakan emosi yang sedikit memuncak. Genggaman erat pada stir mobil sedikit menyalurkan pelampiasan emosinya.

“Jung Soo hyung… kenapa harus dia Eun Ki~ya,” lirihnya yang terdengar tajam. Donghae kembali menghela nafas kemudian meminggirkan mobilnya.

Donghae menggeram dan memukul stir mobilnya dan sesaat kemudian terlihat menghubungi seseorang.

“Yeoboseo, hyung.”

“……”

“Aku ingin bertemu sekarang. 5 menit lagi tunggu aku ditempat biasa.”

Sebelum mendapat jawaban dari seseorang yang dihubunginya, cepat Donghae menutup sambungan telephonenya lantas kembali melajukan mobil.

Tepat 5 menit kemudian terlihat Donghae memakirkan mobilnya didepan sebuah caffe dan kini berjalan memasukki caffe yang terlihat beberapa pengunjung datang disana.

Aroma menenangkan menyambut kedatangannya saat pintu caffe yang bergaya minimalis tapi terlihat berkelas itu terbuka, membuat siapa saja yang datang ke caffe itu meraskan ketenangan dan kini sedikit membantu Donghae mengatur ketenangannya saat sudut matanya menangkap seorang pria yang akan ditemuinya sudah duduk disalah satu tempat dicaffe itu.

“Ekhhmmm…” Donghae berdehem sesaat setelah tiba disamping pria yang kini tersenyum kearahnya. Berbanding terbalik dengan raut wajahnya sekarang yang terlihat memancarkan amarah namun sekuat tenaga dipendamnya.

“Donghae~ya, ada apa ingin bertemu deng~~”

Bbuukkk

Satu pukulan tepat diwajah tampan pria yang diketahui bernama Jung Soo itu. Orang-orang yang mulanya terlihat tenang kini mulai terusik dengan satu pukulan Donghae yang membuat pria berparas tampan tak kalah dengannya kini terduduk seraya memegang sudut bibirnya yang terasa nyeri dan sedikit mengeluarkan darah.

“Apa ini sakit, hyung? Hhmmm..”

“Donghae~ya? Ada apa denganmu?”

“Aku tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Hhhhh… mungkin ini yang bisa aku lakukan saat ini.”

“A..apa yang kau katakan Hae~ya?” Jung Soo mulai berdiri. Donghae menghela nafas berat kemudian pergi meninggalkan Jung Soo yang masih bingung  apa yang dilakukan Donghae barusan.

Orang-orang sekaligus pegawai dicaffe itu sejenak menghentikan kegiatan mereka, melihat kejadian antara dua pria tampan yang tidak asing lagi bagi mereka itu sampai salah satu dari pria itu pergi dari caffe.

“Kau tidak apa-apa?” tanya seseorang melihat Jung Soo yang masih meringis kesakitan memegangi bibirnya. Mungkin pukulan Donghae tadi, pukulan terkuatnya sampai-sampai Jung Soo merasa jika tulang rahangnya tidak kuat pasti akan hancur dibuatnya.

“Nde. Aku baik-baik saja. Terima kasih,” Jung Soo mulai beranjak pergi dengan pikiran tidak mengerti.

Tidak seperti biasanya Jung Soo melihat Donghae memukul seseorang seperti itu dan lagi pula wajah pria itu terlihat menahan emosinya. Jika Donghae melakukan itu pasti terjadi sesuatu yang membuatnya benar-benar marah. Tapi apa itu?.

Orang-orang sekaligus pegawai dicaffe itu kembali melanjutkan kegiatan mereka saat kedua orang yang menyita perhatian mereka, benar-benar pergi dari tempat itu.

**oOo**

“Aku akan berbicara dengannya.” Jung Soo menggenggam lembut tangan Eun Ki yang kini mulai bergetar.

“Apa itu akan berhasil, oppa?” kekhawatiran kembali terlihat jelas diwajah gadis penyuka hujan itu. Jung Soo tersenyum seraya menganggukkan kepalanya pelan.

“Kau tenang saja Eun Ki~ya. Donghae akan mengerti.”

“Tapi oppa~~”

“Apa kau meragukanku, Eun Ki~ya?”

“Bukan itu maksudku,”

“Sudah tenanglah sekarang. Kau sudah mencobanya berulang kali dan saat ini giliranku. Arraseo?”

“Arraseo. Semoga kali ini berhasil.”

Eun Ki melepaskan genggaman Jung Soo dan kini kembali menyesap hot tea nya yang mungkin kali ini mulai dingin.

Jung Soo tersenyum lega. Kekhawatiran pada Eun Ki kini mulai menghilang. Gadis itu sampai saat ini belum mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dengan Donghae. Pria itu sengaja menyembunyikan kejadian dicaffe waktu itu pada Eun Ki. Ia tidak mau melihat gadis itu semakin meras bersalah.

**oOo**

“Ada apa kau ingin bertemu dengan ku hyung? Apa kau ingin menuntut pukulanku waktu itu?”

Donghae didepan Jung Soo yang kini hanya tersenyum kecil. Pria itu kini mengerti maksud pukulan Donghae waktu itu. Pukulan marah bercampur cemburu dari pria yang sudah dianggapnya adik sendiri itu.

“Minumlah dulu,” Jung Soo terlihat tenang dan mencoba meredam emosi Donghae yang kini mulai terlihat muncul lagi.

Jung Soo yang mengerti sifat Donghae dan tahu bagaimana menghadapi pria berparas tampan itu jika sedang marah seperti ini.

“Cepat katakan, hyung. Aku tidak ada waktu banyak saat ini.”

“Baiklah. Mungkin pria kekanak-kanakkan sepertimu tidak bisa bersabar lagi~~”

“Hyung!”

“Arra, arra… Cha, dengarkan aku Donghae~ya.”

“Aku akan meluruskan kesalah pahaman ini. Hhh… sebenarnya yang kau lihat waktu itu, aku dengan Eun Ki, itu benar. Aku memang sedang pergi dengannya, tapi aku tidak bermaksud apa-apa Donghae~ya. Aku meminta Eun Ki untuk menemani sekaligus membantu ku mencari sesuatu untuk eomma. Kau tahu kan, tepat 2 hari lagi eomma akan ulang tahun dan aku tidak tahu harus memberi apa untuk eomma. Jadi waktu itu aku pergi dengan Eun Ki untuk meminta bantuannya, tidak lebih. Dan lagi pula aku cukup tahu jika Eun Ki itu kekasihmu, jika aku melakukan sesuatu akan aku fikir-fikir lagi dengan kehidupanku setelahnya. Aku masih ingin melihatmu hidup bahagia dengannya, Donghae~ya…” jelas Jung Soo yang kali ini membuat seorang Lee Donghae kini menunduk merasa bersalah.

“Donghae~ya..”

Setetes air mata jatuh tepat disudut mata Donghae dan dengan cepat dihapusnya. Jung Soo yang melihatnya hanya tersenyum dan juga merasa bersalah.

“Dia tidak bermaksud membohongimu Donghae~ya. Aku yang menyuruhnya untuk tidak menghubungimu, saat itu aku tahu kau sedang sibuk.” Kini Donghae mendongakkan kepalanya.

“Hyung..”

“Arraseo. Kali ini memang aku yang salah. Mianhae, Hae~ya…”

“Hyung.. Seharusnya aku yang meminta maaf, hyung.”

“Hae~ya..”

“Aku yang berbuat berlebihan. Aku tidak pernah sekalipun memberi kesempatan padamu untuk menjelaskan ini semua, hyung. Dan juga.. aku juga membuatnya menangis.. Mianhae hyung..”

“Hhhh sudahlah.. jangan seperti ini. Ini bukan dirimu Donghae~ya.”

“Hyung..”

“Cha, sekarang temui Eun Ki. Aku tahu sekarang kekasihmu itu tidak menyentuh makanannya dan terus memikirkan pria sepertimu. Ppalli temui dia atau aku~~~”

“Arraseo. Aku akan menemuinya.” Jung Soo tersenyum manis. Lega perasaannya sekarang, masalah yang membuatnya cemas itu kini sudah teratasi dengan baik.

‘Semoga kejadian ini tidak akan terulang kembali’ batinnya.

**oOo**

2 hari kemudian

Badai hujan yang beberapa hari yang lalu mengguyur kota Seoul kini mulai berangsur pergi. Kini tidak ada lagi kilatan petir yang menyambar dan terlihat menakutkan itu lagi.

Hanya sapuan angin dingin yang kini masih terasa menerpa kulit putih seorang gadis yang terlihat menatap langit dari atas balkon apartementnya.

“Apa yang sedang kau lakukan, sayang?” sapuan nafas hangat terasa dibahu gadis itu saat sepasang tangan seorang pria memeluknya dari belakang dan menyenderkan kepala dibahunya.

“Kau tidak bersiap, hmm..?” Eun Ki-gadis itu membalikkan badannya seraya tersenyum manis.

“Jika aku tidak pergi, apa yang akan dilakukan Jung Soo oppa padaku, oppa?” Donghae mengerutkan dahinya kemudian tersenyum simpul.

“Mungkin akan terjadi sesuatu padanya, bekas pukulan dibibir misalnya..”

“HEY! YAK! Bukan itu maksudku, pabo!” pukulan manis tepat dipuncak kepala donghae dilancarkan Eun Ki.

“Aishh appoyo…”

“Itu balasan kau memukul Jung Soo oppa. Jika kau memukulnya lagi aku akan~~”

“Mwo? Kau akan apa?” Eun Ki terkejut saat Donghae mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka saling menyentuh.

“O..oppa..” kecupan singkat dibibir Eun Ki cukup membuat gadis itu membulatkan matanya.

“Apa yang akan kau lakukan, sayang. Hmmm..?” goda Donghae yang membuat wajah Eun Ki kini bersemu merah.

“Apa seperti ini yang akan kau lakukan~~” kembali kecupan singkat tepat dibibir Eun Ki.

“O..oppa..” Donghae tersenyum manis, bahkan sangat manis seraya membawa tubuh Eun Ki kedalam pelukkannya. Memeluknya dengan penuh kasih sayang.

Eun Ki tersenyum seraya membalas pelukkan Donghae, “Nappeun..”

“Kau tahu aku terlalu takut kehilanganmu Eun Ki~ya. Maafkan aku waktu itu.” Gadis itu mengeratkan pelukkannya. Ia kembali teringat saat kekasihnya itu datang ke apartementnya tiba-tiba dan marah tidak jelas seraya berbicara keras padanya.

“Kau tahu oppa, waktu itu aku sangat takut kau datang dan marah padaku.” Lirih gadis itu. Donghae memjamkan matanya, pria itu juga teringat saat itu.

“Mianhae sayang.. Aku tidak akan melakukannya lagi.”

“Yaksok?”

“Nde.” Eun Ki melepaskan pelukkannya kemudian menatap sendu tepat manik mata Donghae.

“Saranghae…” lirih gadis itu yang membuat Donghae tersenyum manis.

“Nado saranghae..”

“Oppammmpth..”

FIN

hhahaha gimana – gimana 😉 cerita aneh datang lagi *taburmenyan

Memang memang aneh ini cerita , :# Jangan dibaca kalao tidak suka :p

Tapi terima kasih banyak yang udah ngikutin  *bungkuk badan

Maaf yang kena tag 🙂

DON’T FORGET RCL … GOMAWO :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: