FF “Rain in Seoul” (Seoul Season’s)

19 Feb

Gambar

Cast     : Lee Donghae 

              Song Eun Ki

Genre   : Romance

Rating  : G , AU!

Creadit pict : Admin AI / Cloudy Sky , Youngie Cover Fanfiction

Disclaimer : Fanfict oryginal my work and my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

                 Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

Maaf jika feel nya kurang di hati readerdeul , hheee

Let’s Reading —>

***8***

Cuaca mendung kini menyelimuti setiap sudut kota Seoul saat ini. Para pejalan kaki dijalan – jalan setapak kota itu terlihat berlomba – lomba dengan waktu dan cuaca, dilihat dari kecepatan langkah mereka yang tergesa – gesa. Tapi diantara kecepatan langkah orang yang berlalu lalang, terlihat seorang pria tengah menggendong seorang gadis dipunggungnya dengan langkah pelan nan santai. Sang pria yang diketahui bernama Lee Donghae itu terlihat sesekali membenarkan posisi gadis itu digendongannya.

Sedangkan Eun Ki nama gadis itu terlihat membenamkan wajahnya diantara lekukkan leher dan bahu pria itu.

Cuaca mendung yang sekarang menjadi gerimis itu sontak membuat para pejalan kaki berlomba mencari perlindungan dari turunnya air hujan. Ada yang berlindung dipinggiran toko – toko atau dihalte bus, sedangkan terlihat juga orang – orang tetap melanjutkan langkah mereka dengan payung untuk melindungi tubuh mereka.

Diantara orang yang melanjutkan langkah menggunakan payung untuk perlindungan, Lee Donghae dan Eun Ki dalam gendongan nya tetap melanjutkan langkah mereka tanpa perlindungan apapun termasuk payung. Mereka membiarkan air hujan yang kini turun semakin deras itu membasahi tubuh mereka.

“Hujan turun oppa !” ucap Eun Ki yang kini merentangkan kedua tangannya dan mendongakkan kepalanya keatas. Gadis itu merasakan dinginnya rintikkan air hujan yang menyentuh lembut dipermukaan wajahnya. Donghae menolehkan kepalanya kearah Eun Ki seraya tersenyum manis.

“Nde, Eun Ki~ya.”

Cukup merasakan dingin hujan yang turun, kini gadis itu kembali memeluk leher Donghae dan menompangkan dagu nya di bahu pria itu.

“Kau ingin berteduh ?” tanya Donghae lembut seraya melirik kecil kearah Eun Ki. Gadis itu hanya mengangguk pelan, pertanda menyetujui pertanyaan Donghae.

Donghae sedikit mempercepat langkahnya, sudut mata nya terlihat sibuk melihat kanan dan kiri mencari tempat perlindungan yang cukup untuk dirinya dan Eun Ki sampai saat ekor mata nya menangkap halte bus yang tidak terlalu ramai diseberang jalan.

Pria itu tersenyum tipis kemudian mulai melangkahkan kaki nya menuju halte bus itu, “Kita berteduh dihalte bus ya ?”

“Nde, oppa.”

**8**

Donghae menggenggam erat kedua tangan Eun Ki dan meniup nya beberapa kali untuk memberi kehangatan.

“Masih dingin ?” Eun Ki tersenyum manis mendengar pertanyaan Donghae yang kemudian gelengan kepala yang diberikannya.

“Cukup oppa. Ini sudah cukup.”

Tangan Donghae kini beralih menangkup wajah Eun Ki yang terlihat sedikit memerah, “Wajahmu memerah seperti ini, kau bilang ini sudah cukup ?” terdengar kekhawatiran di nada bicara Donghae saat ini. Ya, benar saja pria itu kini khawatir dengan keadaan gadis ini sekarang. Baju yang dipakai nya basah kuyup karena hujan tadi, selain itu gadis ini mempunyai riwayat alergi dengan cuaca dingin.

“Gwaenchana oppa. Aku baik – baik saja.” Donghae menghela nafas panjang sejurus kemudian merengkuh tubuh Eun Ki kedalam pelukkannya. Menyalurkan sedikit kehangatan dari tubuh nya walaupun tubuh nya juga basah kuyup.

“Kau kedinginan oppa ?” tanya gadis itu dalam pelukkan Donghae .

“Tadi aku kedinginan. Tapi setelah memelukmu seperti ini, sudah tidak lagi.” sahut Donghae yang membuat Eun Ki tersenyum tipis kemudian mengeratkan pelukkannya dan di ikuti Donghae yang juga mengeratkan pelukkannya.

**8**

2 jam sudah hujan turun membasahi kota Seoul dan kini tinggal rintik – rintikkan kecil air yang turun. Selama itu pula Donghae dan Eun Ki berdiam diri berlindung di halte bus yang masih sama keadaannya seperti sebelum 2 jam berlalu.

Dekapan tangan Donghae dibahu gadis itu masih sama tidak berubah sampai saat ini Donghae perlahan melepas tangannya dan terlihat beranjak dari duduknya.

“Oppa kau mau kemana ?” tanya gadis itu yang merasakan Donghae beranjak dari duduknya seraya memegang lengan pria itu. Donghae tersenyum lembut kemudian berjongkok didepan gadis itu dan memegang pelan tangan gadis itu yang memegang lengannya.

“Aku tidak kemana – kemana, sayang. Aku hanya ingin memastikan hujan masih turun deras atau tidak.” tutur pria itu dengan lembut seraya mengusap wajah gadis itu, memastikan keadaan gadis itu masih kedingan atau tidak.

Eun Ki tersenyum manis kemudian mengangguk pelan, “Nde, oppa.” Donghae tersenyum lembut kemudian mengecup singkat kening gadis itu dan mulai berdiri lagi.

Donghae melangkahkan kaki nya 2 langkah kemudian mengangkat tangannya ke udara sebatas bahu, gerimis yang kini turun dengan bebasnya menyentuh lembut telapak tangan Donghae. Pria itu memejamkan mata nya dan tersenyum tipis, ia menikmati setiap rintikkan dan sentuhan air yang menyentuh permukaan kulit tangannya.

Seakan merasakan sensasi tersendiri saat air itu turun dan menyentuh kulit nya, pria itu sangat menyukai saat – saat seperti ini. Apalagi menikmatinya bersama dengan seseorang gadis yang amat sangat dicintainya, Song Eun Ki nama gadis itu. Gadis yang diharapkannya selalu bersama – sama menikmati setiap detik waktu nya saat hujan turun ataupun setiap detik menit jam hari – hari nya.

Bersama melihat nya embun dan awan pekat saat hujan akan tiba dan melihat merasakan sensasi air saat hujan turun membasahi. Pernah kilatan – kilatan kebersamaan yang menyenangkan itu berputar – putar dibenak nya sampai saat kembali kilatan kepahitan beberapa tahun lalu membuatnya tersadar kedalam dunia nyata.

Donghae sontak membuka mata dan menarik tangannya kembali. Peristiwa yang dilarang keras masuk dalam ingatannya itu, kini dengan seenaknya masuk dalam bayang – bayang benaknya.

Donghae menunduk dan menggeleng – gelengkan kepalanya sejenak kemudian tersentak saat sebuah tangan melingkar dilengannya. Pria itu menoleh kearah samping kanannya dan melihat Eun Ki sudah berdiri disampingnya yang sekarang tangan bebas gadis itu terulur kedepan, melakukan hal yang sama sepertinya tadi.

Gadis itu juga ingin merasakan sensasi tersendiri saat rintikkan air hujan menyentuh telapak tangannya setelah beberapa tahun yang lalu ia tidak bisa merasakan karena terkurung dalam kegelapan yang membuat nya tidak bisa melihat indahnya air turun menyentuh tangannya saat hujan datang.

Merasakan. Gadis itu hanya bisa merasakan saat ini, merasakan air turun saat hujan datang, merasakan semilir dingin saat musim dingin tiba, merasakan kesegaran nan sejuk saat musim semi tiba, merasakan kehangatan saat musin panas tiba, merasakan dingin saat musim gugur dan musim dingin itu kembali tiba.

Merasakan, kembali gadis itu hanya bisa merasakan keadaan sekitarnya tanpa melihat apa pun. Dan satu yang hanya bisa ia rasakan sepenuh hatinya, yaitu saat orang – orang disekitar nya memberinya cinta. Ia merasakan cinta yang diberikan untuk nya dari orang – orang mencintainya.

**8**

Donghae kembali berjalan dengan Eun Ki dalam gendongan punggungnya. Gerimis yang turun kini berangsur berhenti turun. Kerlap – kerlip lampu mulai bermunculan saat kini matahari kembali dalam peraduannya dan bergantikan bulan yang dibantu bintang untuk menerangi dunia dari kegelapan malam.

Masih dalam keadaan yang sama, Donghae sesekali menoleh kesamping kearah Eun Ki yang kini terlelap dibahunya. Pria itu tersenyum lembut sesaat kemudian mengecup singkat bibir pink gadis itu.

“Saranghae my Rain…”

Donghae menghentikan sejenak langkah kakinya saat tubuh gadis dalam gendongannya menggeliat atas perbuatan tanpa ijinnya tadi. Pria itu tersenyum kecil melihat ekspresi wajah Eun Ki saat merespone kecupan singkatnya tadi. Gadis itu mengerutkan dahinya sejenak kemudian kembali seperti semula dan mengeratkan pelukkan tangannya dileher Donghae, gadis itu juga kembali menenggelamkan wajahnya dilekukkan leher dan bahu Donghae yang membuat pria itu merasakan deru nafas gadis itu.

“Nado saranghae my Sun…”

Donghae kembali menghentikan langkahnya saat suara merdu menggelitik indra pendengarannya.

Pria itu tersenyum manis kemudian melanjutkan langkahnya, “Kau belum tidur ?” Donghae membenarkan posisi gendongannya dan hanya mendapat gumamman atas pertanyaannya barusan.

“Hhmmm,” gumam gadis itu seraya mengeratkan pelukkannya.

“Tidurlah…” titah pria itu lembut.

Eun Ki mengangguk pelan. Gadis itu perlahan memejamkan mata dan semakin menenggelamkan wajah nya dilekukkan leher Donghae.

“Nado saranghae my Sun. Terima kasih kau telah menjadi matahari dan menerangi dalam kegelapan dunia ku. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika dirimu yang bukan menjadi matahari ku, bukan yang menerangi dan menuntunku dalam kegelapan. Aku sungguh berterima kasih padamu yang telah menciptakan warna dalam gelapku, menciptakan berbagai warna dalam hitam ku. Aku selalu berharap kau selalu menjadi matahari yang terus menerangi dunia yang gelap ini. Hanya dirimu Lee Donghae . Saranghae, jeongmal saranghae.” gumam Eun Ki dalam hati sebelum terlelap dalam tidurnya.

END

*****

I can’t look at you even when I have my eyes open

I can’t find your heart which has become cloudy amongst the worn out memories

I can’t do more because I’m tied and cried too much

No matter how much I think, I think I’ll be okay when if I see you

I love you.. more than anyone… no, I’m next to you

I’m holding your hand

I can’t give you to anyone else’s arms

my heart cannot let you go…why

( Kim Jaejoong JYJ – I’ll Protect You )

*****

Jdadrrrrr

hhahaha gimana – gimana 😉 cerita aneh lagi datang *taburmenyan

Nihhh cerita hasil inspirasiku dengan lagu nya Kim Jaejoong JYJ – I’ll Protect You 😉 Tuhh lagu sering banget keputer diplaylist ku , enakk banget didengerinnya . Coba dahhh dengerin :0

Terima kasih banyak yang udah ngikutin  *bungkuk badan

Ane tidak memaksa untuk RCL nya , tapi apa salahnya menghargai karya orang 🙂

DON’T FORGET RCL … GOMAWO :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: