FF “Close and Lost” ( Ficlet )

23 Agu

1004053_526713114042612_1015268774_n

Cast     : Lee Donghae ,

              Song Eun Ki

Lenght  : Ficlet

Disclaimer : Fanfict oryginal my work and my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

                 Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

 Let’s Reading —>

Eun Ki menahan tangis nya yang sudah dibendungnya beberapa menit lalu saat tubuh kaku itu mulai ditutup dengan kain putih di ruang serba putih ini . Gadis itu mendekap erat tubuh kekar seorang pria tampan yang saat ini memeluknya erat . Pria itu pun terlihat juga menahan air mata yang ingin sekali keluar dari pelupuk mata nya . Semua orang yang berada diruangan ini pun tidak luput dari gelimangan air mata yang keluar dari mata masing – masing .

“Oppa…” Donghae nama pria itu pun mempererat pelukkannya pada tubuh gadis yang saat ini menumpahkan tangis nya . Diusapnya punggung gadis itu untuk menenangkan .

“Uljima … uljima, Eun Ki~ya.”

“Oppa…” lirih gadis itu sesaat setelah tidak sadar kan diri dipelukkan Donghae .

Donghae membawa tubuh Eun Ki ke ruang rawat inap , gadis itu masih menutup mata nya belum sadarkan diri . Pria itu menatap sendu wajah Eun Ki yang terlihat pucat saat ini . Gadis itu terlihat sangat terpukul . Kemudian tangan Donghae terangkat menyentuh wajah Eun Ki , mengusap nya lembut sejurus kemudian mengecup lama dahi gadis itu .

“Donghae~ya…” panggil seorang wanita paruh baya yang diketahui eomma dari gadis itu membuat Donghae melepaskan kecupannya . Pria itu menoleh melihat eomma Eun Ki .

“Ahjumma.” lirih pria itu seraya bangkit dari duduk nya .

“Biar ahjumma yang menunggu Eun Ki. Kau baru sampai, istirahatlah dulu.”

“Anni , anniya ahj…”

“Oppa, Jung Soo oppa… hiks hiks,”

***oOo***

Awan mendung kini menyelimuti seluruh penjuru kota Seoul , terlihat seorang gadis dengan balutan mantel coklat sedang melamun dibalkon kamar nya . Gadis itu memandangi gumpalan – gumpalan awan hitam dengan tatapan sedih nya .

Sedih . Sebuah kata yang tidak pernah hilang dari diri gadis itu yang kini kedua sudut mata nya mengeluarkan buliran bening . Eun Ki bulum bisa menghilangkan rasa sedih yang menyelimuti nya sampai saat ini , bahkan sudah 2 bulan berlalu ia ditinggalkan oleh seorang kakak yang selalu menyayangi nya , gadis itu belum bisa juga bangkit dari keterpurukkannya .

“Chagiya.” sebuah suara seorang pria mengintrupsi aktivitas melamun Eun Ki . Gadis itu dengan kasar menghapus air mata dipipinya .

Donghae – pria itu – memasukki kamar Eun Ki dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas susu coklat . Dengan senyum yang terus mengembang pria itu berjalan mendekati Eun Ki , “Chagiya.” panggil Donghae lagi yang membuat Eun Ki membalikkan badannya seraya tersenyum tipis .

“Oppa.” lirih gadis itu sesaat kemudian berlari kecil kearah Donghae kemudian memeluk erat pria itu yang sebelum nya menaruh nampan di atas meja samping ranjang .

Donghae sedikit terkejut dengan tingkah gadis yang sudah bersamanya 3 tahun yang lalu itu , “Waegyo, chagiya?”

Perlahan Donghae mengangkat kedua tangannya , membalas pelukkan Eun Ki dan mengecup singkat puncak kepala gadis itu .

“Anniya.” gumam gadis itu yang terdengar serak . Donghae tersenyum lembut kemudian mempererat pelukkannya .

‘Aku tahu sekarang kau melihat dari sana, hyung . Bagaimana kabarmu disana ? Semoga baik – baik saja . Ah tentu saja baik , kau yang memilih jalan ini, hyung . Apa kau disana bahagia sekarang, hyung ? Ini jalan yang kau ambil jadi harus bahagia, hyung. Arraseo !

Jangan khawatirkan kami disini , kami disini baik – baik saja. Terutama gadis kecil kita ini, hyung . Aku tahu gadis kecil kita ini masih berat melepasmu , tapi aku akan berjanji akan membuatnya selalu bahagia dan tertawa lagi seperti dulu . Aku berjanji . Berjanji, hyung.

Walaupun ragamu tidak bersama kami saat ini, tapi aku yakin kau selalu bersama dan selalu disamping kami . Aku yakin itu .

Tetap lah disamping kami, hyung. Sampai kapan pun.

Aku merindukanmu.’  gumam Donghae dalam hati.

Tanpa terasa kedua sudut mata Donghae mengeluarkan buliran bening . Pria itu mempererat pelukkannya kemudian menenggelamkan wajah nya di bahu Eun Ki yang sebelumnya mencium lama puncak kepala gadis itu .

“Aku merindukannya, oppa.” gumam gadis itu dalam pelukkan Donghae.

END

Jedarrrr …

Ini mini story hasil ke-frustasian ku dengan semua ff yang tak kunjung selesai =,= bahkan ada 5 cerita yg gak tau hasinya -_-

Satu lagi , ini hasil dari bang Hae yg selalu meracuniku dengan senyum lembut nya itu *ngekk gak nyambung – abaikan –

Sudah banyak ngomong sekarang check out saja .____.

DON’T FORGET RCL … GOMAWO ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: