FF ” Wedding Dress ” ( Sequel ) 2/2 END

5 Jun

Gambar

Tittle    : Wedding Dress 

Author  : Mediakurnia

              http://www.facebook.com/mediakurnia

              https://twitter.com/medi_oe

Blog : http://www.haeeunlines.wordpress.com

Cast     : Lee Donghae ,

              Song Eun Ki

              Lee Hyuk Jae

              Shin Hyun Ae

Genre   : Sad Romance

Rating  : G

Lenght  : Twoshoot


Disclaimer : Fanfict oryginal my work and my imagination ! DON’T COPAS DON’T BASHING !

                 Maaf typo bertebaran dan tidak sesuai EYD …

Maaf jika feel nya kurang di hati readerdeul , hheee

Let’s Reading —>

*******

Senyum manis itu terus mengembang di bibir kedua orang ini . Lee Donghae dan Song Eun Ki . Seperti apa yang Eunhyuk dan Hyun Ae alami , kelegaan kini menyusup kedalam hati mereka , entah keajaiban apa sedang menghampiri diri sepasang kekasih ini .

Mereka saling berpelukkan erat , seakan tidak mau melepas lagi untuk kedua kali nya . Pria itu berharap ini bukan hanya sekedar mimpi belaka . Ia benar – benar berharap ini semua adalah kenyataan bukan hanya mimpi . Kenyataan dirinya akan selalu bersama dengan seorang gadis yang ia cintai sepenuh hati nya dan Song Eun Ki lah gadis yang beruntung itu .

“Op..oppa …” lirih Eun Ki yang merasakan pelukan Donghae terlalu erat yang membuatnya sedikit kehabisan nafas .

“Hhmmm “ jawab Donghae berdehem ria dan semakin mempererat pelukkannya .

“Lep…lepaskan , oppa ! Kau memelukku terlalu erat . Sesak sekali !” tutur gadis itu seraya mencoba melepaskan pelukkan . Donghae terlalu senang hingga tidak menyadari kalau dirinya memeluk Eun Ki sangat erat kemudian perlahan melepas pelukkannya .

“Ish , tsskk ! Kau membuatku kehabisan nafas , oppa .” cibir Eun Ki . Pria itu tersenyum kecil kemudian menangkup wajah Eun Ki .

“Mianhae , sayang ! Aku terlalu bahagia hingga tidak sadar kalau pelukkanku membuat gadis manis ku ini hampir kehabisan nafas . Jeongmal mianhae .” ucap Donghae lembut seraya tersenyum manis . Eun Ki hanya merengut dan mengerucutkan bibir nya dan membuat Donghae gemas melihat nya .

“Nde . Aku maaf kan .”

“Gomawo “ sahut Donghae kemudian mengecup kening Eun Ki sekilas .

Donghae mendekatkan wajah nya kemudian menempelkan dahinya ke dahi Eun Ki hingga hidung mereka saling bersentuhan . Pria itu menatap sendu mata gadis manis yang tinggal satu langkah lagi akan menjadi milik nya seutuh nya dengan intens . Mata sipit yang akan dilihat nya setiap hari , setiap saat bahkan setiap detik dari penglihatannya hingga waktu yang akan memisahkannya .

Eun Ki seketika terdiam saat mata sendu milik pria tampan yang rela memilih nya dan mengabaikan permintaan orang tua nya ini menatap nya dalam . Gadis ini hanya bisa mengeluarkan senyum manis nya sampai saat bibir Donghae mengecup bibir nya sekilas .

“Oppa…”cibir Eun Ki malu dan dipastikan kini wajah nya bersemu merah dibuat nya . Pria itu tersenyum melihat rona merah tercipta di pipi putih milik gadis nya ini .

“Saranghae , jeongmal saranghae “ ucap Donghae lembut kemudian mengecup bibir Eun Ki sekilas .

“Nado saranghae , oppa “ balas Eun Ki seraya memeluk leher Donghae .

*******

Ruangan luas yang dipenuhi aksen ukiran kayu ini terasa canggung , menyelimuti beberapa orang yang tengah duduk melingkari meja ditengah . Ruangan yang terdapat disalah satu rumah milik seseorang yang kini tengah melihat 4 anak muda secara bergantian kini terasa hangat saat sebuah suara membuyar kan pikiran masing – masing .

“Yeobo , jangan menatap mereka seperti itu . Kau membuat mereka takut .” ucap seorang wanita paruh baya yang bernama Nyonya Lee kepada Tuan Lee suami nya seraya menyentuh bahu pria paruh baya itu lembut .

“Sekarang jelaskan pada kami .?” sahut Tuan Lee datar dengan memperhatikan 4 anak muda itu yang diketahui bernama Lee Donghae , Song Eun Ki , Lee Hyuk Jae , dan Shin Hyun Ae secara bergantian .

Donghae mengetahui jika ayah nya ini sedang marah kemudian segera menggenggam tangan Eun Ki disebelah nya erat . Pria itu juga mengetahui jika Eun Ki tengah ketakutan melihat ayah nya seperti itu terbukti sejak pertama gadis ini duduk hanya menundukkan kepalanya . Tidak jauh berbeda dengan Donghae lakukan , Eunhyuk juga melakukan hal yang sama terhadap Hyun Ae yang duduk disebelah nya dan seperti Eun Ki , gadis itu juga hanya menundukkan kepala .

Tuan Lee menghela nafas nya panjang melihat 4 anak muda ini hanya diam tidak menjawab nya , “Jika kalian menjelaskan nya , mungkin aku tidak akan memarahi kalian .” ucap Tuan Lee . Nyonya Lee yang duduk disebelahnya mengangguk menyetujui ucapan suami nya itu .

“Nde , kalian bicaralah . Tidak usah takut .” tambah Nyonya Lee .

Donghae melirik kearah Eunhyuk kemudian mereka saling mengangguk . Pria itu menghela nafas nya panjang kemudian mulai membuka suara nya .

“Baiklah , appa . Aku akan menjelaskan ini semua .” ucap Donghae tenang . Genggaman ditangan Eun Ki semakin ia pererat .

“Nde , silahkan .” sahut Tuan Lee seraya membenarkan posisi duduk nya .

*******

Setelah beberapa jam yang lalu Donghae , Eun Ki , Eunhyuk , dan juga Hyun Ae menjelaskan masalah tentang pembatalan pernikahan 2 hari yang lalu pada ayah Donghae kini mereka tengah terlihat berada di taman kota untuk menenangkan diri mereka .

Donghae dan Eunhyuk menghela nafas lega karena Tuan Lee ayah Donghae bisa menerima penjelasan mereka tanpa kemarahan sedikit pun dan itu berarti masalah ini selesai . Tapi berbeda dengan kedua gadis ini , mereka masih merasa bersalah pada Tuan Lee tadi .

“Jadi begitu .” Tuan Lee menghela nafas berat , terlihat raut kesedihan bercampur kekecewaan di wajah pria paruh baya itu , “Baiklah , sebenarnya aku sedikit kecewa pada kalian yang membuat keputusan itu sendiri tanpa membicarakan pada kami dahulu . “

“Mianhanda “ lirih mereka hampir bersamaan .

“Nde . Sudah tidak apa – apa . Walaupun aku sedikit kecewa , tapi aku menghargai keputusan kalian . Jika ini yang terbaik untuk kalian , aku akan mendukung nya . Aku percaya pada kalian .” sahut Tuan Lee seraya beranjak dari duduk nya dan di ikuti semua orang yang berada di situ .

Pria paruh baya itu menghela nafas seraya menatap Donghae anak nya dengan tenang kemudian menyentuh bahu anak nya itu , “Jangan kecewakan appa lagi . Appa percaya padamu .” ucap Tuan Lee kemudian bergeser melihat gadis yang berdiri disamping Donghae dengan raut bersalah , bagaimana pun ia juga bersalah dengan gadis dihadapannya ini , hampir saja memisahkan gadis itu dengan Donghae , anak nya yang jelas – jelas sangat mencintai gadis ini .

Eun Ki tidak menyangka kalau Tuan Lee bisa menerima dengan tulus walaupun kekecewaan terlihat di raut wajah nya . Gadis itu menghela nafas saat teringat kembali ucapan Tuan Lee tadi .

“Eun Ki ~ya “ lirih Tuan Lee seraya memeluk tubuh gadis itu dengan hangat . Eun Ki yang sampai saat ini hanya menundukkan kepalanya kini tercengang saat Tuan Lee memeluknya , bahkan bukan hanya Eun Ki , Donghae , Eunhyuk dan Hyun Ae tercengang melihat nya .

“Mianhae “ tambah Tuan Lee seraya melepaskan pelukannya .

“Ahjussi …”lirih gadis itu dengan mata berkaca – kaca . Ia terharu saat pria paruh baya ini meminta maaf pada nya . Eun Ki sudah mengenal Tuan Lee selama 3 tahun dan menganggap nya sebagai ayah nya sendiri ini tidak menyangka kalau saat ini pria paruh baya itu meminta maaf pada nya yang jelas – jelas saat ini dirinya yang bersalah bukan Tuan Lee .

“Mianhae . Ahjussi  hampir saja membuat kesalahan pada mu . Hampir saja ahjussi memisahkan mu dengan pria ‘ nakal ‘ yang berdiri disamping kiri mu saat ini kalau saja pria ‘ nakal ‘ ini tidak menyadarkan ahjussi . Sekali lagi ahjussi meminta maaf padamu .” ucap  Tuan Lee seraya melirik kearah Donghae yang ia sebut sebagai pria ‘ nakal ‘ nya .

“Appa…” sahut Donghae merajuk membuat suasana yang tadi nya mencekang kini berubah bersahabat . Tuan Lee hanya tersenyum kecil melihat tingkah anak nya yang masih saja seperti anak kecil , suka merajuk tidak pernah berubah sampai saat ini .

“Ahjussi mianhanda , seharusnya aku yang meminta maaf …”

“Eun Ki ~ya , ahjussi yang salah , kau tidak usah meminta maaf …”

“Tapi ahjussi …”

“Mulai sekarang jangan panggil aku ahjussi lagi . Panggil ahjussi , appa !” Tuan Lee tersenyum kecil mengucapkan kalimat itu . Bukan salah lagi kalau gadis manis dihapannya ini memanggil nya appa , bukannya sebentar lagi gadis ini akan menjadi bagian dari keluarga Lee , jadi apa yang salah .

“Ahjussi …” gadis itu terkejut mendengar ucapan Tuan Lee barusan .

“Appa bukan ahjussi lagi , arraseo !” Tuan Lee tersenyum hangat seraya menepuk bahu Eun Ki sayang seperti anak nya sendiri .

Tuan Lee benar – benar sosok appa yang sangat mencintai keluarga nya , ia tidak mau melihat anak nya hancur atas keputusan sepihak nya , terbukti kini ia memilih dan membiarkan Donghae bahagia dengan pilihannya , bukan kehendak nya .

Eun Ki kini tersenyum tipis seraya memejamkan mata nya sejenak kemudian mengalihkan pandangannya melihat Donghae yang duduk disampingnya dengan tatapan senang . Kini rencana itu bukan rencana kosong lagi , melainkan rencana yang akan terwujud . Gadis itu semakin melebarkan senyum di bibir nya sampai saat sebuah suara membuyar kan lamunannya .

“Sudah puas menatap wajah tampan ku , Nona Song ?!” ucap Donghae dengan senyum menggoda nya . Gadis itu mengerjapkan mata berkali – kali kemudian tersenyum simpul .

“Ish , ttsskk !. Siapa yang menatap mu ? Percaya diri sekali !” cibir Eun Ki yang terdengar salah tingkah . Gadis itu malu tertangkap basah tengah menatap wajah Donghae .

“Aigoo , tidak usah menyangkal , Nona Song ! Aku tahu kau sedang menatap ku .” sahut Donghae menggoda gadis disampingnya seraya melihat intens wajah malu Eun Ki . Pria itu tidak mau ketinggalan melihat ekspresi yang ditunjukkan wajah gadis ini setiap diri nya menggoda . Gadis ini selalu menampakkan ekspresi berlebihan walaupun itu tidak perlu dan hal itu yang membuat nya sangat suka .

“YAK !! Aku tidak menatap mu Tuan Lee !” elak Eun Ki seraya beranjak dari duduk nya dan di ikuti Donghae .

“Benarkah , hhmmm ??” sahut pria itu seraya mendekatkan wajah nya . Gadis itu mengerutkan dahi dan menarik wajah nya mundur saat wajah pria itu semakin dekat dengan wajah nya .

“YAK !! Jauh kan wajah mu !” ucap Eun Ki seraya mendorong wajah Donghae dengan telunjuknya .

“Shierro . Kalau begini kau lebih jelas menatapku bukan ?!”

“MWO ?! YAK !!”

*******

Eun Ki melihat penampilan nya dari cermin berkali – kali dengan perasaan tak yakin , dalam kurun waktu satu setengah jam ini sudah 2 kali gadis itu mengganti pakaian nya dan ini ke tiga kali nya ia tak yakin dengan penampilan nya . Sebenarnya gadis itu cocok memakai baju apa pun tapi kali ini entah dorongan apa , ia ingin sekali tampil berbeda .

Lagi dan lagi Eun Ki menghela nafas untuk sekian kali nya kemudian mengangguk mantab seraya meyakinkan hati nya kalau penampilan nya saat ini sudah cukup baik . Gadis itu tersenyum tipis seraya memasukkan ponsel nya kedalam tas selempang kemudian beranjak pergi , keluar kamar .

“Mianhae , oppa . Sudah menunggu terlalu lama !” ucap gadis itu seraya menuruni anak tangga dengan langkah cepat .

“Ish , kau ini . Aku hampir ketiduran menunggu mu . !” sahut Donghae , pria yang Eun Ki sebut oppa tadi dengan menunjukkan wajah kesal kemudian tersenyum manis saat Eun Ki mencium pipi nya sekilas . Gadis itu tahu saja cara agar ia tidak kesal atau marah lagi .

“Kau masih marah ?” tanya Eun Ki menggelayut manja ditangan Donghae seraya menunjukkan senyum manis nya .

“Tssk !! Tidak lagi .” Donghae mengusap kepala Eun Ki gemas . Gadis itu semakin melebarkan senyum manis nya .

“Hum baiklah , kajja kita berangkat !” Donghae mengangguk kemudian menggandeng tangan Eun Ki beranjak keluar , setelah beberapa langkah , mereka berhenti saat suara eomma Eun Ki memanggil mereka .

“Eun Ki ~ya , Donghae ~ya tunggu sebentar !” Donghae dan Eun Ki membalikkan badan dan melihat Nyonya Song – eomma Eun Ki – berjalan menghampiri mereka seraya memegang sesuatu .

“Kalian akan ke butik kan ?” Donghae dan Eun Ki mengangguk , “Nah , ini . Tolong berikan untuk Nona Park dan juga sampaikan pada nya pemohonan maaf dan ucapan terima kasih eomma . Arraseo !” Nyonya Song menyerahkan sebuah bunga rangkai dan bingkisan pada Eun Ki . Donghae dan juga Eun Ki saling menatap bingung kemudian mengangguk .

“Arraseo , eomma .”

“Baiklah kami pergi dulu eommanim .”

“Nde . Hati – hati dijalan .”

@mobil

“Kau tidak lupa membawa desain nya kan ?!” tanya Donghae seraya menghentikan laju mobil nya saat lampu lalu lintas menunjukkan pengendara dijalan harus berhenti . Eun Ki mengangguk seraya menunjukkan sebuah buku desain miliknya kemudian tersenyum tipis .

“Aku tidak akan lupa , oppa .” Pria itu tersenyum manis seraya mengacak rambut gadis disampingnya pelan .

“Hum oppa mau lihat ?” tanya Eun Ki saat mobil mulai berjalan kembali . Donghae melirik kearah Eun Ki , “Tidak usah . Aku yakin , desain mu itu bagus walaupun aku tidak melihat nya !”

“Kau menyidirku , oppa ? Ish , Tssk !” sahut Eun Ki seraya menyipitkan mata nya dan mengerucutkan bibir nya .

“Aku tidak menyindirmu , sayang .” Donghae membelokkan mobil nya kemudian beberapa saat menghentikan mobil nya , “Berhentilah berpikir buruk pada ku !” Eun Ki tidak bergeming dan masih dengan posisi nya .

“Kajja kita sudah sampai .” Donghae melepaskan seatbelt nya kemudian seatbelt Eun Ki .

“Kau marah ?!” tanya Donghae kemudian saat melihat Eun Ki diam diposisi nya . Gadis itu menggelengkan kepalanya , “Tidak “ jawab nya singkat . Pria itu tersenyum simpul kemudian mengecup bibir Eun Ki sekilas .

“Benarkah ?!” goda Donghae . Gadis itu memicingkan alis nya kemudian keluar dari mobil . Donghae tersenyum kecil melihat tingkah kekasih yang sebentar lagi akan menjadi istri nya itu . Kekanak – kanakan seperti diri nya .

Eun Ki melangkah kaki nya cepat meninggalkan Donghae dibelakangnya yang sejak tadi tidak menghentikan tawa . Pria itu suka sekali menggoda sekaligus membuat nya malu seketika .

@Butik

“Berhentilah tertawa , oppa ! Apa kau tidak malu dilihat karyawan dan orang disini ?” Eun Ki menyenggol tangan Donghae disebelahnya karena risih melihat karyawan sekaligus orang – orang yang berada di butik ini melihat nya dan Donghae terus . Donghae seperti diri nya , jika sudah tertawa pasti sulit berhenti begitu saja .

“Oh ayolah , oppa !” bisik gadis itu . Donghae mengusap air mata nya yang sempat keluar karena tertawa dengan pelan kemudian mengangguk kecil .

“Nde , oppa berhenti !” sahut pria itu seraya merapikan jas nya kemudian berdehem .

“Dimana Nona Park ? Aku tidak melihat nya ?” Donghae menengok kekanan dan ke kiri seakan mencari sesuatu .

“Aku juga tidak tahu , oppa ! Tadi karyawannya bilang akan memanggilkannya tapi sampai saat ini belum muncul juga .” tutur Eun Ki .

“hhemm baiklah , kita tunggu saja !”

“Maaf , permisi nona .” suara karyawan menghampiri Eun Ki .

“Nde . Dimana Nona Park ?” tanya Eun Ki .

“Nona Park ada diruangannya . Anda disuruh langsung kesana saja .”

“Dimana ruangannya ?”

“Disana . Silahkan ikuti saya .”

“Nde , gomawo . Kajja oppa !”

*******

Masih dimusim gugur saat ini , musim dimana pepohonan sudah saat nya merelakan daun – daun berguguran dari batang nya dan siap menyambut datang nya musim dingin . Sebagian warga Seoul tidak menyukai musim gugur yang menandakan musim dingin akan tiba . Tapi berbeda dengan ke dua orang ini yang tengan sibuk dengan aktivitas masing – masing , bagi mereka musim gugur adalah musim kesukaan mereka . Bahagia , tertawa , sedih , menangis , dan bersatu bersama bercampur jadi satu mewarnai musim gugur mereka .

Lee Donghae dan Song Eun Ki . Mereka dipertemukan di musim gugur 3 tahun silang .

@ 10 Oktober 2010 . Seoul , Korea Selatan .

Saat itu Lee Donghae sedang berkeliling di sebuah taman pohon mapel , pria itu sibuk dengan kamera di tangannya menggambil gambar namun sampai saat bidikan kamera nya tidak sengaja tertuju pada seorang Eun Ki sedang bercanda tertawa dengan segerombolan anak kecil dan sampai saat sudut ekor mata mereka saling bertemu . Di saat itu lah Lee Donghae menyukai seorang gadis pada pandangan pertama nya .

Sama hal nya dengan Donghae , di hari dan tempat yang sama namun di jam yang berbeda . Saat Eun Ki selesai bermain dengan anak – anak asuhan orang tua nya , gadis itu berjalan santai di jalan setapak taman dengan sesekali merentangkan tangannya itu melihat seseorang pria muda sedang duduk di bawah pohon mapel yang tengah asik memainkan kamera di tangannya .

Eun Ki tak asing melihat pria muda itu , ia berfikir menerawang jauh sampai saat ia kembali teringat dengan kejadian beberapa jam lalu . Pria itu yang dilihat nya sama saat ia sedang bermain dengan anak – anak tadi .

Dan entah setelah menatap lama pria itu , hati kecilnya sedikit bergetar saat pria itu menampilkan senyum manis dan lembut nya .

Mulai kejadian di taman itu , terus berlanjut sampai saat pria itu memberanikan diri nya menyatakan cinta pada nya dan berlanjut menjalin suatu hubungan , ia yakin kalau pertemuan pertama mereka itu adalah awal hati nya mulai mencintai pria itu .

Hubungan mereka tidak lah berjalan mulus , banyak kerikil – kerikil kecil nan tajam menghalangi langkah mereka menuju kebahagian . Tapi dengan kekuatan cinta mereka , semua halangan yang menghalangi jalan mereka , mereka berhasil melewati nya sampai saat ini . Suatu titik temu yang akan membawa mereka ke dalam kebersamaan cinta .

*******

Dan saat ini terlihat seorang gadis tengah dilanda kegugupan , bahagia , lega bercampur menjadi satu sekaligus saat ini . Hari ini adalah hari yang ia nanti – nanti . Dimana beberapa jam kedepan gadis ini akan mengucapkan sebuah janji suci se hidup se mati bersama seorang pria yang ia cintai yang sebelum nya tertunda karena sesuatu hal . Tapi sekarang berubah , bayangan masa depan dengan membentuk keluarga baru sudah hinggap dipikiran gadis ini .

“Neomu yeppeo anak eomma .” suara wanita paruh baya membuyarkan lamunan gadis itu . Nyonya Song – wanita paruh baya itu – menghampiri Eun Ki yang duduk di depan cermin .

“Eomma…” ucap gadis itu seraya membalikkan badan nya menghadap eomma nya . Nyonya Song tersenyum hangat kemudian memegang bahu Eun Ki untuk membimbing nya berdiri .

“Mungkin sekarang waktu nya eomma melepas gadis manis eomma ini . Bahagialah dengan nya .” lirih Nyonya Song dengan mata berkaca – kaca . Eun Ki merengkuh kedalam pelukan hangat eomma nya . Sudut mata gadis itu mengeluarkan buliran bening .

“Aku akan tetap di sisi eomma sampai kapan pun .” sahut Eun Ki seraya melepaskan pelukan kemudian menghapus air mata di pipi eomma nya itu . Nyonya Song tersenyum hangat seraya melakukan hal yang sama seperti Eun Ki lakukan .

“Jangan menangis di hari bahagia seperti ini . Arraseo !” Nyonya Song menyentil hidung Eun Ki kemudian mereka saling tersenyum bersama .

Alunan musik merdu nan lembut kini tengah mengisi setiap sudut ruangan kapel nan megah ini . Semua mata orang – orang di dalam ruangan ini menatap bahagia pada seorang gadis manis nan cantik bergalut gaun putih indah berekor sedang dengan aksen pita pinggang belakang nya tengah berjalan dengan seorang pria paruh baya yang diyakini ayah gadis itu menuju tempat dimana seorang pria muda berdiri dengan menggunakan tuxedo berwarna senada dan akan bersama mengucapkan janji suci .

Lee Donghae pria itu , ia tidak henti nya menghela nafas panjang menghilangkan kegugupan di tubuh nya sampai saat seorang gadis dengan indah nya berjalan di dampingi oleh seorang pria paruh baya menuju tempat nya saat ini . Manis nan cantik di pikiran Donghae saat melihat sosok Eun Ki gadis itu menggunakan gaun hasil rancangan mereka . Gaun yang menggambarkan sang pemakainya .

Donghae menerima uluran tangan Tuan Song menyerahkan tangan anak gadis nya dengan tersenyum lembut kemudian mengangguk kecil .

“Aku serahkan gadis kecil ku pada mu Donghae~ya . Bahagiakan dia .” gumam Tuan Song dengan mata berkaca – kaca . Donghae tersenyum lembut seraya mengangguk pelan .

Kini Donghae dan Eun Ki berdiri berdampingan dan segera mengucapkan janji suci bersama .

Di belakang mereka , Tuan dan Nyonya Song menatap bahagia anak mereka . Tidak terasa waktu cepat berlalu , gadis kecil kini sudah tumbuh manis dan sekarang akan membentuk keluarga baru . Tak hanya eomma dan appa Eun Ki , Park Jung Soo kakak Eun Ki , walaupun bukan sebagai kakak kandung ia juga turut bahagia melihat adik nya yang selalu merengek pada nya kini akan membentuk keluarga baru .

Tuan dan Nyonya Lee juga menatap bahagia pria kecil yang kini tumbuh dewasa dan akan membentuk keluarga dan kehidupan baru .

Tak jauh berbeda begitu juga Eunhyuk menatap Donghae yang kini menjadi keluarganya dengan terharu . Ia tidak menyangka akan mendapatkan banyak keluarga setelah kehilangan kelurga nya saat ini .

Semua orang yang berada di ruangan ini berbahagia menyambut keluarga baru itu .

*******

END

Traaa bagaimana kah cerita nya ?? hhmm aneh pasti nya ..

mungkin ini tidak sesuai dengan judul nya yak ,, *demo

Semoga hasilnya tak mengecewakan #nyengir

Terima kasih banyak yang udah ngikutin dan RCL nya *bungkuk badan

DON’T FORGET RCL … GOMAWO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: